Masjid Al Hikmah Universitas Negeri Malang

0 51

Masjid Al Hikmah Universitas Negeri Malang

Salah satu masjid dengan arsitektur yang unik adalah masjid Al Hikmah Universitas Negeri Malang. Unik karena tempat ibadah umat muslim ini memiliki model atap terbalik.

Bangunan ini memiliki luas tapak dan penunjang seluas 1250 m2 dengan rincian luas tapak bangunan induk masjid adalah 900 m2 dan penunjang meliputi kantor pengelola, kantor UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), perpustakaan masjid seluas 350 m2. Keseluruhan tersebut berada diatas luas lahan 6000 m2.

Masjid yang berdiri sejak tahun 1966 ini memiliki dua lantai. Namun, lantai dua hanya terletak di tepi-tepi masjid. Sehingga kita masih dapat melihat area tengah lantai satu. Tempat ibadah lantai satu lebih tinggi 25 m diatas permukaan tanah. Ini memiliki arti lebih anggun dan berwibawa daripada bangunan yang lain.

Filosofi masjid ini yakni tentang kesederhanaan, tradisional, monumental, dan sakral. Mari kita bahas satu persatu mengenai empat filosofi tersebut.

Mengenai kesederhanaan. Secara umum, masjid ini terlihat memiliki bentuk yang cenderung kubus atau dalam artian lain tidak menyertakan unsur bulat maupun kubah. Atapnya menengadah ke atas layaknya tangan dan telapak tangan ketika sedang berdoa.

Yang kedua, tentang tradisional. Bahan baku pembangunan masjid merupakan bahan-bahan yang berasal dari alam. Kayu mendominasi seluruh bagian masjid. Atap terbuat dari sirap kayu, kusen dan pintu dari kayu jati, pelapisan dinding dari kayu lapis, juga pembangunan masjid ini terinspirasi dari masjid Keraton Surakarta yang redup nan sederhana.

Selanjutnya ada monumental. Disini bangunan mengekspos struktur bangunan dari beton yang kook serta menonjolkan aksen batu-batu kali di sekitaran masjid. Selain tempat sholat, di pelataran masjid juga terdapat menara. Struktur beton ini juga terdapat pada menara yang memilki tinggi 33 m. Ada dua rangkaian pelat beton yang menyudut dan menjulang dengan kedua sisi sudutnya tidak bertemu. Di puncak menara, rangkaian pelat beton tersebut membentuk sudut 45° dan 60°. Bentuk tersebut layaknya telapak tangan ketika berdoa.

Yang terakhir yakni sakral. Tampak dari warna-warna yang tertempel di hampir seluruh bagian masjid. Warna tersebut yakni coklat kehitaman dan tidak dibuat terlalu mengilap. Kap lampu juga terbuat dari kayu yang memiliki keindahan artistik.

Suasana yang terbentuk ketika memasuki pelataran dan area dalam masjid adalah bersih, area terlihat hijau sejuk, rindang meski terlihat redup.

Filosofi-filosofi diatas tidak hanya berlaku untuk bangunannya, tapi juga untuk pemilihan apa saja yang masih berada dalam lingkup masjid. Misalnya saja pemilihan tanaman di halaman masjid. Tanaman-tanaman yang ditanam adalah tanaman yang memiliki warna daun hijau pekat, bunganya tidak warna-warni, rindang, langka, juga untuk keamanan dan kebersihan area masjid dipilih yang daunnya tidak mudah gugur.

Source https://ngalam.co https://ngalam.co/2016/07/09/filosofi-masjid-al-hikmah-universitas-negeri-malang-masjid-atap-terbalik/
Comments
Loading...