Masjid Agung Syuhada Pelaihari Kalimantan Selatan

0 89

Masjid Agung Syuhada Pelaihari

Dulu di Kampung Pelaihari, berdiri sebuah wadah peribadatan yang tidak diketahui kapan dibangunnya. Tempat itu terletak di tepi danau di Jalan Pusaka Pelaihari. Berkonstruksi kayu ulin, papan, dan beatap sirap berukuran 7×7 meter. Wadah peribadatan yang dikenal dengan nama masjid itulah para pejuang pergerakan kebangsaan, sering berkumpul. Bukan saja untuk ibadah, tetapi juga mengatur strategi perjuangan.

Pemerintah Belanda tak pernah curiga di dalam bangunan itu ada perjuangan rakyat Pelaihari bermula. Hingga beberapa kali pecah perang, masjid itu tak pernah terbuka kedoknya sebagai tempat pengaturan serangan ke benteng Belanda.

Menurut Sekretaris Umum Masjid Agung Syuhada Pelaihari, Khamarulzaman, di pasca kemerdekaan, peran masjid sedikit berubah. Hanya melayani jamaahnya beribadah. Namun seiring pertambahan penduduk, Masjid Agung Syuhada tak lagi mampu menampung jamaah. Warga pun bergotong royong. Bahu membahu membangun Masjid Agung Syuhada. Menurut catatan-catatan lama, masjid pertama dibangun tahun 1935.

Dipelopori beberapa tokoh masyarakat, mereka membentuk panitia yang dibagi dalam dua kelompok kerja.Pertama bidang fatwa, yang terdiri H Mansur, H Jafri, H Abdul Gani, H Matran, H Ramli, H Anang Syukri, H Abdul Hamid, dan H Asmail. Mereka ini bertugas member fatwa hukum berdasarkan syariat Islam.

Panitia kedua, khusus memberi motivasi masyarakat berwakaf dan infaq. Mereka lebih dikenal membidangi dana dan pengerahan massa secara massal. Di tim ini ada Sidik, H Abdussyukur, H Khali, H Aanang Tuah, H Bakeri, H Hasim, H Abul Kadir, Hasbullah dan H Nunci.

Selama pembangunan masjid, sebagaimana kisah masjid bersejarah lain di Kalsel, Masjid Agung Syuhada Pelaihari pun punya riwayat menarik. Misalnya, ketika mendatangkan empat sokoguru dari Kampung Jilatan dengan panjang 40 meter berdiameter 50 cm.Perjalanan dari Jilatan menuju Pelaihari ditempuh dengan menarik secara massal oleh warga Pelaihari. Mereka dibantu masyarakat desa yang dilalui seperti Desa Jilatan, Tajau Pecah, Tampang, dan Sarang Halang. Urusan makan dan minum, warga desa yang dilewati yang menyediakan.

Source https://id.wikipedia.org/wiki/ https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Agung_Syuhada_Pelaihari
Comments
Loading...