Masjid Agung Keraton Liya Togo Sulawesi Tenggara

0 146

Lokasi Masjid Agung Keraton Liya Togo

Masjid Agung Keraton Liya Togo terletak di Liya Togo, Wangi-Wangi Selatan, Liya Mawi, Wakatobi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara 93795.

Masjid Agung Keraton Liya Togo

Masjid tua ini bernama masjid Mubarok namun lebih dikenal sebagai Masjid Agung Keraton Liya Togo atau Masjid tua Benteng Liya karena berada di dalam benteng Liya yang terbuat dari batu koral di pulau Wangi Wangi dalam lingkup wilayah desa Liya Togo, kecamatan Wangi wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, propinsi Sulawesi Tenggara. Masjid tua ini dibagun tahun 1546 atau delapan tahun setelah pelantikan Sultan Buton Pertama – Sultan Marhum di tahun 1538.  Masjid ini merupakan masjid tertua kedua di Kabupaten Waktobi yang masih berdiri hingga kini, setelah masjid Agung Keraton Wolio. Masjid Keraton Liya yang berjarak 8 Km atau 15 menit dari Ibukota Kabupaten, dapat ditempuh menggunakan alat transportasi roda dua dan empat.

Benteng Liya dibangun di atas bukit, jarak benteng dari pinggir laut adalah sekitar 1,5 km. Dengan bentuk jalan yang menyerupai angka 9. Dari benteng terlihat jelas wilayah laut utara, timur dan selatan. Benteng Liya terdiri dari empat lapis dengan 12 Lawa (Pintu), 12 lawa tersebut merupakan pintu keluar yang digunakan masyarakat kerajaan untuk berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya.

Masjid Mubarok menjadi saksi penyebaran Islam di Pulau Wangi-Wangi, yang saat ini masuk menjadi bagian dari Kabupaten Wakatobi. Dinas Pariwisata Wakatobi, memasukannya sebagai salah satu destinasi wisata yang sedang dikembangkan. Salah satu program yang akan digelar adalah membuat sinopsis sejarah tentang Masjid Liya Togo. Pemda juga menyiapkan program pelatihan kepada masyarakat setempat agar dapat memandu para tamu yang datang.

Di hadapan sisi kiri masjid, sebuah tanah pemakaman terhampar. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah makam yang letaknya di dataran paling tinggi. Bentuknya tidak seperti bangunan makam pada umumnya. Makam cukup lebar ditandai dengan barisan batu karang yang ditanam ke tanah. Sementara, area makam dikelilingi pagar batu. Menurut cerita legenda, makam tersebut adalah tempat peristirahatan terakhir seorang pemuda bernama Talo-Talo, pemuda sakti yang diberi daerah kekuasaan Liya Togo oleh Kesultanan Buton.

Talo-Talo diberi kekuasaan di Liya Togo karena dianggap berjasa terhadap Sultan Buton ketika diberi tugas menyelesaikan konflik di salah satu  negeri bagian. Liya Togo sendiri berdiri di dataran tinggi sebelah selatan Pulau Wangi-Wangi. Letaknya kira-kira 8 kilometer dari ibukota kabupaten. Selain bangunan masjid dan makam, Sebuah tempat pertemuan berbentuk rumah panggung yang disebut baruga juga berdiri tak jauh dari halaman depan masjid.

Source http://bujangmasjid.blogspot.co.id/ http://bujangmasjid.blogspot.co.id/2016/06/masjid-agung-keraton-liya-togo-waktobi.html
Comments
Loading...