Masjid Agung Surakarta

0 149

Masjid Agung Surakarta

Masjid Agung merupakan peninggalan Kerajaan Mataram yang teletak di Jalan Alun Alun Utara, Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Kauman Kota Surakarta, Jawa Tengah. Masjid Agung ini memiliki beberapa kriteria yaitu terletak dekat Keraton sebagai pusat pemerintahan dan tempat tinggal raja, alun-alun sebagai pusat aktivitas masyarakat, dan pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi.

Karakteristik Masjid Agung

Masjid yang dibangun pada era Paku Buwono III ini mendapat pengaruh gaya arsitektur Jawa Kuno dan Belanda. Penggunaan bahan kayu pada beberapa bagian masjid tampak mendominasi. Secara keseluruhan, bangunan berbentuk tajug dengan atap tumpang tiga dan berpuncak mustaka (kubah). Makna tajug bertumpang tiga tersebut adalah pokok-pokok tuntunan Islam, yakni iman, Islam, dan ihsan.

Mustaka atau mahkota atap masjid baru dibangun semasa pemerintahan Sri Susuhunan Paku Buwono IV (1788- 1820). Momen ini dibarengi peresmian nama Masjid Ageng (Agung). Awalnya mustaka dibuat dari lapisan emas murni seberat 7,68 kg seharga 192 ringgit. Bentuknya berbeda dengan masjid- masjid lain yang biasanya berhiaskan bulan sabit dan sebuah bintang. Kubah ini berbentuk paku yang menancap di bumi. Itulah simbol dari Paku Buwono yang berarti Penguasa Bumi. Lapisan emas itu sempat diganti dengan bahan metal yang kuat pada tahun 1843 Saka.

Beranda depan Masjid Agung didominasi oleh kayu jati kualitas nomor satu dan terkesan sudah sangat tua. Dinding ruang utama juga terbuat dari kayu, ditempeli berbagai prasasti bertulisan Jawa Kuno.

Pada area masjid juga terdapat serambi yang mempunyai semacam lorong menjorok ke depan (tratag rambat) dan bagian depannya membentuk kuncung. Ruang shalat utama, mempunyai empat tiang utama sebagai titik awal pembangunan masjid dan 12 soko rawa.

Seperti umumnya masjid-masjid di Jawa, masjid ini juga memiliki beberapa bagian utama di antaranya mihrab, mimbar yang dipenuhi ukiran, dan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran yang terletak di atas pintu-pintu masjid.

Prasarana Masijd Agung 

Masjid juga dilengkapi kolam-kolam air yang selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan air seperti wudhu, juga menambah kesan sejuk. Di masa lampau, kolam air dibuat mengelilingi seluruh area masjid sedalam 50 sentimeter. Namun, saat ini kolam air keliling tersebut telah diperkecil.

Di sebelah timur terdapat gapura masjid berbentuk limasan yang diperindah dengan arsitektur Arab. Gapura berasal dari bahasa Arab “ghafura” yang berarti dimaafkan kesalahannya. Di atas gapura tercantum kaligrafi do’a masuk dan keluar dari masjid yang diukir sangat indah di atas kayu jati dengan simbol mahkota dan sebuah jam besar.

Source Masjid Agung Surakarta Surakarta
Comments
Loading...