situsbudaya.id

Masjid Agung Baitus Salam Nganjuk

0 22

Lokasi Masjid Agung Baitus Salam

Masjid Agung Baitus Salam terletak disebelah barat Alon- alon Nganjuk, Jawa Timur.

Masjid Agung Baitus Salam

Melihat letak dan posisinya ada kemungkinan bangunan Masjid ini dibangun berdasarkan konsep kosmologi dan magis religius. Berdasarkan konsep tersebut, bangunan masjid memang selalu melengkapi bangunan kraton, terletak di dekat Alon-alon, yang pada hakekatnya adalah sesuai dengan azas “Mocopat” dari jaman prasejarah. Berdasarkan azas tersebut disekeliling alun-alun biasanya terdapat bangunan Istana, masjid, pasar dan rumah penjara.

Sesuai dengan fungsinya, masjid yang berada di pusat kota akan digunakan untuk sembahyang warga kota secara berjamaah, apakah itu sembahyang Jum’at, sembahyang lima waktu maupun sembahyang hari raya Islam lainnya. Masjid yang berfungsi demikian lazim diberi nama Masjid Agung atau Masjid Raya.

Tahun 1884, berdasarkan angka tahun yang terdapat di Mimbar masjid, dapat dikatakan bahwa Masjid Agung Baitus Salam ini dibangun, dimasa pemerintahan Bupati Nganjuk I (RT. Sosrokoesoemo III). Tahun 1886, dibangun serambi depan yang cukup luas dengan tiang yang kokoh serta pintu- pintu dengan motif relung. Sejak didirikan, model atap mengingatkan kita pada bangunan punden berundak pada jaman pra sejarah dan jaman Hindu, yaitu model atas tumpeng (cucu R. Haji Moh Yacub) yang saat ini (1993) berusia 105 tahun. Ketika masjid tersebut dibangun oleh kakeknya sudah beratapkan seng dan berlantai marmer. Kesaksian ini dibenarkan oleh H. Soehoed (95 Thn) yang pada masa mudanya bertugas sebagai merbot masjid (petugas pejaga & membersikan masjid).

Masjid kemudian dilengkapi dengan menara yang dibangun disebelah kanannya. Kapan mulai dibangun menara ini tidak dapat ditentukan dengan pasti, namun yang jelas pembangunannya diselesaikan oleh R. Haji Imam Syafi’i (ayah R. Ayu Imam Zamachsarie) pada tahun 1914. Secara kronologis memang sulit diungkapkan mengenai perkembangan masjid ini, karena tidak adanya sumber tertulis yang ada„ Namun berdasarkan informasi, masjid ini mula-mula beratapkan seng, kemudian diganti genting.

Demikian juga saat diadakan pemugaran pada tahun 1987, terlihat oleh para pekerja bahwa ketika diadakan penggalian fondasi baru, sudah terdapat 2 fondasi lama yang berukuran lebih kecil. Ini berarti bahwa masjid ini sudah beberapa kali mengalami perubahan dan perluasan bangunan. Perluasan terakhir pembangunannya dimulai pada tanggal 7 Januari 1987, dan selesai 20 Pebruari 1993 dengan hasil & wujud seperti yang kita lihat sekarang.

Source https://jawatimuran.wordpress.com/ https://jawatimuran.wordpress.com/2013/06/10/masjid-agung-baitus-salam-kabupaten-nganjuk/
Comments
Loading...