Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi

0 115

Lokasi Masjid Agung Baiturrahman

Masjid Agung Baiturrahman terletak di Jl. Jend. Sudirman, Kepatihan, Kec. Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68411.

Masjid Agung Baiturrahman 

Latar belakang berdiri dan berkembangnya Masjid Agung Baiturrahman dimulai sejak 7 Desember 1773, hal ini didasarkan pada surat wakaf dari keluarga besar Mas Alit atau Raden Tumenggung Wiraguna I, Bupati pertama Banyuwangi untuk umat Islam Banyuwangi.

Arsip tertua yang dapat ditemukan mengenai wakaf ini adalah surat salinan pernyataan wakaf tertanggal 17 November 1957. Di mana dalam surat tersebut terdapat tanda tangan 7 ahli waris, yaitu R. Wirokusumo (tinggal di Kepatihan Djalan 2/121 a), R. Danukusumo (Pensiunan Asisten Wedana, tinggal di Panderejo), R. Wiriodiputro (Pensiunan Asisten Wedana, tinggal di Singonegaran), R. Tirtodirejo (Pensiunan Asisten Wedana, tinggal di Singonegaran), R. Witoro (Bagian Keuangan Kantor Urusan Agama Kabupaten Banyuwangi), R. Hardjo Seputro (Pensiunan Pegawai Provinsi, tinggal di Temenggungan) dan R. Sugoto (petani, tinggal di Temenggungan). Surat ini menyatakan bahwa mereka (para ahli waris) yang masih keturunan dari RT. Wiraguna I alias Mas Alit (bupati Banyuwangi pertama) mewakafkan tanah Masjid Jami’ seluas 0,1580 Ha dan tanah kuburan seluas 0,10545 Ha di barat tanah masjid.

Renovasi Pertama (1844-1971)
Semula masjid tertua dan monumental ini bernama Masjid Jami’ Banyuwangi, sebuah tempat salat yang sangat sederhana yang hanya dibatasi oleh kayu seadanya, kemudian pada tahun 1844 oleh Bupati Raden Adipati Wiryodanu Adiningrat mulai dibangun dengan bangunan gedung permanen, sebagai pelaksana pembangunan adalah Patih Raden Pringgokusumo Hadiningrat yang dibantu oleh Hakim Bagus Achmad bin Ngabsi pada tanggal 18 Sya’ban 1260 Hijriyah. Pembenahan fisik bangunan sedikit demi sedikit terus dilakukan oleh Raden Pringgokusumo Hadiningrat yang kurun waktu 14 tahun (1867-1881) menggantikan saudaranya menjadi Bupati Banyuwangi ke-5.

Renovasi Kedua (1971-1990)
Masjid Jami’ Banyuwangi direnovasi kembali oleh Bupati Djoko Supaat Slamet dan selesai pada tahun 1971. pada tahun itulah nama Masjid Jami’ berganti menjadi Masjid Agung Baiturrahman. Pemugaran Masjid Jami’ ini selesai dalam kurun waktu 2 tahun yang dimulai tanggal 28 Maret 1969 sampai tanggal 8 Maret 1971. Peresmian Masjid Agung Baiturrahman ini dilakukan oleh Bupati Djoko Supaat Slamet dan Menteri Dalam Negeri Amir Machmud tanggal 12 April 1971. Semula kepanitiaan renovasi ini dipegang oleh pihak Takmir Masjid, namun ternyata dalam perjalanannya tidak semulus seperti yang direncanakan. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan diserahkan kepada pemerintah daerah untuk menangani pemugaran tersebut. Kemudian Bupati memerintahkan Sekretaris Daerah Banyuwangi agar segera menyelesaikan pembangunan Masjid.

Renovasi Ketiga (1990-2005)
Pada tahun 1986, Bupati S. Djoko Wasito memulai pemugaran atap masjid. Masjid Agung Baiturrahman direnovasi bentuk atapnya, yang semula berbentuk kubah dibongkar menjadi bentuk joglo. Peresmian Masjid Agung Baiturrahman dilakukan pada tanggal 7 Maret 1990 oleh Bupati Harwin Wasisto. Pemugaran yang difokuskan pada bentuk atap ini membutuhkan waktu empat tahun. Hal ini dikarenakan berbagai kondisi waktu itu, bisa jadi pula karena pergantian kepemimpinan Kabupaten Banyuwangi. Pasca Bupati S. Djoko Wasito, Banyuwangi dipimpin oleh Bupati Harwin Wasisto. Perjalanan dua tahun masa kepemimpinan Bupati Harwin Wasisto dapat menyelesaikan pemugaran atap joglo ini dengan baik.

Renovasi Keempat (2005-kini)
Berdasarkan terhadap pemikiran bahwa atap joglo memiliki beberapa kelemahan, seperti rangka penyangga yang rumit sehingga rawan ambruk dan keadaan di dalam joglo yang kotor dan terkesan tidak teratur maka Yayasan Masjid Agung Baiturrahman membangun kembali Masjid Agung Baiturahman. Peletakan batu pertama pada 9 September 2005. Dalam tahap ini telah dibangun sebuah gedung Aula Baiturrahman yang cukup megah, yang berfungsi sebagai ruang salat di waktu-waktu tertentu, pendidikan keagamaan, kegiatan administrasi takmir, dan lain-lain.

Pada tahapan selanjutnya (2006-2007) dibangun tempat wudu untuk jamaah pria dan jamaah wanita. Dibangun pula ruang salat serambi selatan lantai 2 lantai yang beratapkan kubah geser dan ruang salat selatan lantai 1 dan 2. Sementara untuk pada tahapan selanjutnya (2009-2010) dibangun ruang salat utama, ruang salat utara, dan ruang pendukung (melanjutkan pembangunan ruang salat serambi selatan dan tangga utama).

Source Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi Jawa Timur
Comments
Loading...