Masjid Agung Baiturahman Ngawi

0 308

Lokasi Masjid Agung Baiturahman

Masjid Agung Baiturahman terletak di Margomulyo, Kec. Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur 63217.

Masjid Agung Baiturahman

Masjid Agung Baiturahman Kabupaten Ngawi pertama kali didirikan oleh Bupati Ngawi ke enam, Raden Mas Tumenggung Brotodiningrat pada hari Selasa Kliwon tanggal 25 Nopember 1879 M atau tanggal 10 Besar Tahun Be atau tanggal 10 Dzulhijjah 1296 H. Tetapi saat itu masjid belum diberi nama, dan orang-orang menyebut “Masjid Gedhe”. Data-data tersebut bersumber dari prasasti yang terukir dalam tulisan huruf Arab berbahasa Jawa dan Bahasa Arab pada papan kayu jati di atas pintu masuk dari ruang serambi ke ruang induk, menghadap ke timur.

Penggunaan nama Baiturrahman baru dikukuhkan pada masa Bupati Soelardjo, dengan Surat Keputusan Nomor 68 Tahun 1988 tanggal 7 April 1988, menetapkanMasjid Agung Kabupaten Ngawi tersebut diberi nama “BAITUR-RAHMAN” yang berarti Rumah yang Penuh Kasih Sayang. Penetapan tersebut dilaksanakan setelah selesainya proses pemugaran besar besaran terhadap masjid tersebut

Selain terukir tulisan-tulisan tersebut, papan prasasti ini sangat mungkin juga dimasudkan sebagai hiasan, melihat gaya simetris yang tertuang dalam pahatan berlubang untuk lafadz “Bismillahirrahmanirrahiim” berupa unggas di kanan dan kiri bagian pinggir yang tentu saja menjadikan tulisannya yang satu terbalik, begitu juga halnya dengan tulisan “Muhammad” pada bagian tengah kanan dan kiri.

Meskipun pintu asalnya semua yang merupakan bagian yang seolah menyatu dengan prasasti ini ikut dipugar, namun untuk pelestarian sejarah, prasasti tersebut tetap dalam ukuran aslinya dikembalikan pada tempatnya, yakni “direkatkan” pada tembok atau di pintu yang baru.

Kecuali prasasti yang menyatakan oleh siapa dan kapan masjid didirikan, terdapat pula prasasti yang terukir pada papan tebal kayu jati di atas lengkung gawang masuk ke Mimbar yang juga berukir dan terbuat dari kayu jati. Prasasti yang bertuliskan huruf Arab dan menghadap ke timur ini merupakan ‘pengingatan pembuatan mimbar pada Sabtu Pon tanggal 17 Jumadil awal 1810, bertepatan dengan tanggal 16 April 1881 Masehi atau tanggal 16 Jumadil awal 1298 Hijriah.

Masih pada mimbar ini, di bagian belakang menghadap ke barat di belakang tempat duduk, tertulis prasasti yang terukir dengan huruf Arab berbahasa Jawa yang berarti Pengingatan penyelesaian pembuatan mimbar pada hari Sabtu Pahing tanggal 18 bulan Romadhon tahun Jimakhir 1298 tanggal 12/13 Agustus 1881.

Masih ada lagi satu prasasti pada logam tembaga yang berada di mustaka masjid atau hiasan yang dipasang dpuncak paling tinggi atap masjid. Tulisan yang juga merupakan ukiran dengan huruf Arab dan berbahasa Jawa itu terdapat pada bagian dalam dari Mustaka Tulisan itu bermakna “Pengingatan dinaikannya mustaka hari Jumat Kliwon saat jam 4 sore tanggal 1 Syawal tahun Jimakhir 1298 atau tanggal 26 Agustus 1881. Yang membuat mustaka Kanjeng Brotodiningrat. Urunan dari parandawa (?) 1421 kurang (?) dari 155). Lengkapnya tanggal/bulan dan tahunnya adalah 26 Agustus 1881 Masehi; 30 Romadhon 1298 H; 1 Syawal 1810 tahun Jawa Jimakir”.

Source https://singgahkemasjid.blogspot.co.id https://singgahkemasjid.blogspot.co.id/2017/06/masjid-agung-baitur-rahman-ngawi.html
Comments
Loading...