Makam Waliyullah Sunan Sendang Raden Nur Rahmat Lamongan

0 215

Lokasi Makam Waliyullah Sunan Sendang Raden Nur Rahmat

Kompleks makam ini terletak di Jalan Nur Rahmat, Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur.

Sejarah Makam Waliyullah Sunan Sendang Raden Nur Rahmat

Sesuai nama kompleks makam sunan sendang tersebut, tokoh utama yang dimakamkan di situ adalah Raden Nur Rahmat. Beliau dilahirkan di Sedayu Lawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, pada tahun 1320 M. Ia adalah putra dari Raden Abdul Kohar bin Malik bin Syekh Abu Yazid Al Baghdadi. Syekh Abu Yazid Al Baghdadi adalah seorang ulama terkenal yang berasal dari Baghdad (Irak), sehingga Raden Nur Rahmat masih memiliki darah seorang ulama dari Baghdad. Ibu Raden Nur Rahmat adalah Dewi Sukarsih, puteri dari Tumenggung Joyo dari Sedayu Lawas. Setelah ayah Raden Nur Rahmat wafat, ia diboyong oleh ibunya pindah ke daerah Bukit Tunon guna menyebarkan agama Islam di daerah tersebut.

Setelah bertemu dan mendapat pencerahan dari Sunan Drajat, Raden Nur Rahmat diberi gelar sebagai Sunan Sendang untuk mengajarkan agama Islam di Sendang Duwur, dan diperintahkan segera mendirikan sebuah masjid. Bangunan masjid itu pun, konon merupakan bangunan langgar atau surau milik Mbok Rondo Mantingan (Ratu Kalinyamat) yang dipindahkan oleh Sunan Sendang dari Mantingan, Jepara, menuju Sendang Duwur hanya dalam semalam. Dari masjid inilah Sunan Sendang terus melakukan syiar agama Islam dengan sabar dan ikhlas. Akhirnya, beliau dikenal sebagai seorang penyebar agama Islam di Sendang Duwur yang memiliki kewalian yang setara dengan Wali Songo. Sunan Sendang wafat pada tahun 1585 M, dan dimakamkan di kompleks pemakaman yang berdampingan dengan masjid tersebut. Lokasi makam Raden Nur Rahmat berada di sebelah barat masjid, akan tetapi pintu utama menuju ke makam Sunan Sendang ini berada di sebelah utara masjid menghadap ke timur.

Bangunan Makam Waliyullah Sunan Sendang Raden Nur Rahmat

Kompleks makam Sunan Sendang ini merupakan bangunan berarsitektur tinggi menggambarkan perpaduan antara kebudayaan Hindu dan Islam. Di kompleks makam ini terdapat gapura di bagian luar berbentuk candi bentar dan gapura bagian dalam berbentuk paduraksa. Di Jawa bentuk candi bentar itu didirikan pada zaman sesudah keruntuhan Nusantara Hindu, yaitu pada zaman perkembangan pengaruh-pengaruh Islam yang lazim dinamakan dengan zaman peralihan.

Makam Sunan Sendang ini juga banyak dikunjungi peziarah. Biasanya tak jarang para peziarah yang mengunjungi makam Sunan Drajat, akan singgah juga ke makam Sunan Sendang ini. Karena jarak antara makam Sunan Sendang dengan makam Sunan Drajat berjarak sekitar 9 kilometer.

Source Makam Waliyullah Sunan Sendang Raden Nur Rahmat Lamongan Jawa Timur
Comments
Loading...