Makam Tujua Ri Galesong

0 40

Makam Tujua Ri Galesong

Di Sulawesi Selatan, kita mengenal Tujua ri Karebosi, Wali Tujua, dan Tujua ri Galesong. Setelah Tujua di Karebosi terungkap pada majalah MITOS edisi pertama, kita coba mengungkap seputar misteri yang menyelimuti Tujua ri (di) Galesong. Karena sebagian besar masyarakat berpendapat bahwa makam Tujua ri Karebosi adalah juga makam Tujua ri Galesong. Padahal itu keliru.
Makam Tujua, atau masyarakat setempat menyebutnya Karaeng Tujua ri Galesong, terletak di Dusun Bayoa, Desa Galesong Kota, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar. Lebih kurang sekitar 20 km dari kota Makassar, dengan jarak tempuh sekitar setengah jam melalui perjalanan dari pusat perbelanjaan GTC Tanjung Bunga. Kecamatan Galesong yang berpenduduk sekitar 60 ribu jiwa, yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. Dusun Bayoa sendiri yang kebetulan berada di kota kecamatan, merupakan daerah pesisir pantai. Di daerah inilah yang merupakan pusat dari makam Karaeng Tujua ri Galesong.
Makam Karaeng Tujua ri Galesong sendiri berada dalam satu kompleks pemakaman yang terdiri dari satu bangunan permanen, yang pada bagian atapnya berbentuk seperti kubah kecil yang menyerupai mesjid. Di dalam bangunan itu terdapat sembilan Makam yang terlihat sangat terawat dengan baik. Pada bagian lantainya telah memakai ubin keramik berwarna putih, sedangkan pada bagian makamnya memakai keramik berwarna hijau hingga menghiasi pusaranya.
Susunan makam yang agak berundak pada bagian atas, ada tiga makam yang merupakan makam kedua orang tua dan kakak tertuanya, sedangkan pada bagian bawahnya berjejer rapi enam makam. Menurut penjaga Makam Tujua ri Galesong, Mappagassing Dg. Tika (66), bangunan makam tersebut dibangun oleh salah satu peziarah yang hajatnya telah terkabul. Sedangkan untuk perawatan makam diambil dari para peziarah yang datang berkunjung didominasi Orang Cina.
Kakek yang masih nampak gagah ini, mengaku menerima tongkat estafet penjaga makam secara turun temurun mulai dari kakeknya, Raja Dg. Milang, kemudian dilanjutkan oleh ayahnya, Jonggo Dg. Gassing. Kelak tanggung jawab pemeliharaan makam akan diberikan lagi kepada keturunannya. Para peziarah yang datang bukan hanya dari masyarakat pribumi, akan tetapi di dominasi pula oleh warga keturunan Cina dengan hajat atau tujuan yang yang beraneka ragam.
Ada yang datang untuk meminta dimudahkan mencari rezeki, mendapat jodoh, meminta kesembuhan dari penyakit dan bahkan ada pula yang datang meminta untuk mencelakai orang. “ Jadi tergantung dari tujuannya atau niatnya saja datang kesini, nak ! kalau baiki niatnya baik juga hasilnya kalau jelek niatnya jelek juga hasilnya, jadi yang jahat bukan Karaeng Tujua akan tetapi orang yang datang meminta-minta” ujar Dg. Tika ketika ditanyakan oleh awak Mitos perihal rumor yang berkembang dimasyarakat mengenai penyakit yang diakibatkan oleh Karaeng Tujua itu.
Source https://intiliputan.com https://intiliputan.com/2018/01/12/misteri-makam-tujua-ri-galesong/
Comments
Loading...