Makam Tuanku Tunggang Parangan

0 87

Tuanku Tunggang Parangan

Menurut cerita-cerita dari warga kutai, dari kerabat kerajaan dan dari juru pelihara makam, pada saat datang ke Kutai, Raja Aji Mahkota tidak serta memeluk islam, untuk masuk islam Raja Aji Mahkota mau adu kesaktian dengan Tuanku Tunggang Parangan, jika berhasil dikalahkan maka raja akan memeluk Islam. Tantangan pertama, Raja Aji Mahkota ingin ditemukan setelah menghilang, tetapi setelah 12 langkah, atas izin Allah Subhanallah Wa Ta’ala, Tuanku Tunggang Parangan telah berdiri di belakang dan menemukan raja dengan mudah.

Tantangan kedua raja mengajak Tuanku untuk menuju lapangan, Raja Aji Mahkota mengeluarkan api yang sangat besar, Tuanku Tunggang Parangan menuju sungai Mahakam untuk berwudhu dan setelah itu sholat dua rakaat. Selesai Tuanku salam, meluaplah sungai Mahakam dan merendam api dari raja tadi, akan tetapi api tetap menyala dan tidak padam, lalu muncul lah ikan parangan (hiu gergaji) berputar-putar di sekitar api dan mematikan api tersebut. Akhirnya Raja Aji Mahkota kalah dan masuk islam lah dia.

Tuanku Tunggang Parangan menetap hingga akhir hayatnya di bumi Kutai, beliau meninggal di awal abad ke 17 setelah berdakwah menyebarkan Islam ke masyarakat Kutai. Tuanku Tunggang Parangan di makamkan di desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, makamnya masih dapat ditemui sampai saat ini, hanya berjarak 1 jam dari ibukota provinsi Kalimantan Timur. Makam Tuanku Tunggang Parangan sudah di pugar dan di renovasi bangunannya, tetapi nisannya masih asli dan terjaga, ribuan peziarah datang tiap tahun untuk napak tilas dan mengingat perjuangan penyebaran Islam oleh Tuanku Tunggang Parangan.

Makamnya terdiri dari satu bangunan dan dijaga oleh satu juru pelihara makam, yang senantiasa mejaga dan merawat makam. Kondisi sekitar makam bersih, parkir untuk mobil dan motor juga tersedia, jadi para peziarah dapat tenang selama berziarah, akses menuju makam ini pun cukup mudah. Satu hal yang menganggu banyaknya anak-anak kecil yang meminta sedekah dan agak sedikit memaksa, hal ini bisa menjadi hal yang dapat menganggu peziarah yang datang dan dikhawatirkan tidak datang kembali kesini, padahal hal ini bisa menggerakan ekonomi warga di sekitar makam, semoga para stakeholder dapat menyelesaikan masalah ini segera.

Source http://pbkukar.blogspot.com http://pbkukar.blogspot.com/2018/03/tuanku-tunggang-parangan.html
Comments
Loading...