Makam Todilaling Sulawesi Barat

0 118

Lokasi Makam Todilaling

Makam Todilaling terletak di Desa Napo, Kecamatan Limboro Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat. 

Makam Todilaling

I Manyambungi atau lebih dikenal dengan nama Todilaling Raja Balanipa I (pertama). Posisi kerajaan Balanipa dalam Pitu Ba`bana Binanga adalah sebagai bapak/ketua dan sekaligus sebagai pemeran pokok dalam sejarah perkembangan kerajaan–kerajaan di Pitu Ba`bana Binanga. I Manyambungi berasal dari Napo, semasa kecil beliau sering bersabung ayam dengan sepupunya anak Tomakaka Napo.

Suatu ketika I Manyambungi bersama sepupunya tersebut mengadakan adu ayam (sabung ayam) namun ayam I Manyambungi pada saat itu kalah dan akhirnya I Manyambungi membunuh sepupunya karena merasa malu.

Karena peristiwa itulah beliau melarikan diri ke Gowa dengan menumpang perahu Makassar atas usulan Pappuangan Mosso di Campalagian. Setelah sampai di Gowa Ia ditempa menjadi “Juak” anggota militer kerajaan Gowa bahkan pihak kerajaan Gowa pada waktu itu member kepercayaan kepadanya untuk memimpin tentara memerangi musuh – musuh kerajaan Gowa.

Kepopuleran I Manyambungi tersebut didengar oleh pemuka – pemuka masyarakat di daerah asalnya (Mandar), diperburuk oleh adanya kekacauan di dalam negeri waktu itu. Kondisi ini dimanfaatkan sebaik – baiknya oleh pemuka masyarakat untuk menghadap raja Gowa, meminta agar mengembalikan I Manyambungi ke Tanah kelahirannya (Tanah Mandar). Kehadiran I Manyambungi sangat diharapkan, memulihkan tanah Mandar dari kekacauan.

Kembalinya I Manyambungi dari Perantauan sekaligus merupakan tonggak sejarah baru bagi kerajaan Balanipa. I Manyambungi yang bergelar Todilaling diangkat sebagai Raja Balanipa I dengan meliputi Appeq Banua Kaiyyang (Empat Kampung Besar), yakni Napo, Samasundu, Todang – Todang dan Mosso. I Manyambungi mempersunting seorang gadis anak keluarga raja Gowa yang dari perkawinan itu lahirlah Tomepayung Raja Balanipa kedua.

Source https://disbudparpolman.weebly.com/index.html https://disbudparpolman.weebly.com/situs-cagar-budaya.html
Comments
Loading...