Makam Tengku Amir Hamzah di Tanjung Pura

0 22

Makam Tengku Amir Hamzah di Tanjung Pura

Makam Tengku Amir Hamzah ini berada di tengah komplek pemakaman keluarga Kesultanan Melayu Langkat, makamnya telihat seperti makam-makam yang lain dengan nisan berwarna putih. Yang membedakan, di dekat makamnya terdapat sebuah batu prasasti berwarna kuning yang betuliskan “Pusara Pahlawan Nasional T. Amir Hamzah”.

Tengku Amir Hamzah adalah salah satu pahlawan nasional yang berasal dari Sumatera Utara tepatnya dari Kabupaten Langkat. Beliau dilahirkan pada 28 Februari 1911 di Tanjung Pura, Langkat. Tengku Amir Hamzah ini berasal dari keluarga bangsawan Kesultanan Langkat.

Hal tersebut pula lah yang kemudian membuat beliau bisa bersekolah di Mulo Batavia, kemudian beliau melanjutkan sekolah di AMS Solo dan lalu kembali ke Batavia untuk belajar hukum di Sekolah Hakim Tinggi hingga akhirnya meraih gelar Sarjana Muda Hukum. Meski berlatar belakang pendidikannya adalah di bidang hukum, tetapi posisinya sebagai putra bangsawan Kesultanan Langkat membawa Tengku Amir Hamzah masuk ke dalam lingkaran sastrawan.

Bahkan dalam karir sastranya, secara keseluruhan ada sekitar 160 karya Tengku Amir Hamzah yang berhasil dicatat. Di antaranya 50 sajak asli, 77 sajak terjemahan, 18 prosa liris asli, 1 prosa liris terjemahan, 13 prosa asli dan 1 prosa terjemahan. Karya-karyanya tercatat dalam kumpulan sajak Buah Rindu, Nyanyi Sunyi, Setanggi Timur dan terjemah Baghawat Gita.

Tengku Amir Hamzah pun berprestasi cukup besar di dunia sastra dengan membawa kesusastraan Indonesia memasuki era baru, era pujangga baru bersama Armjn Pane dan St. Takdir Alisjahbana. Mereka bertiga merintis majalah Pujangga Baru. Oleh sebab itu, bahkan HB Jassin menjulukinya “Raja Penyair Pujangga Baru”. Keren banget deh julukannya.

Namun kisah hidup Tengku Amir Hamzah berakhir cukup tragis, beliau yang kembali ke Tanah Langkat atas perintah sultan untuk menikahi putri Sultan Langkat kemudian mendapat posisi penting di dalam Kesultanan Melayu Langkat, pada akhirnya tewas terbunuh dalam peristiwa berdarah revolusi sosial tahun 1946 yang juga menghapus eksitensi kerajaan-kerajaan di Sumatera Timur. Mayat beliau ditemukan dalam kondisi terpenggal.

Source http://www.backpacksejarah.com http://www.backpacksejarah.com/search/label/Makam
Comments
Loading...