Makam Sunan Giri Wasiyat

0 64

Makam Sunan Giri Wasiyat

Banjarnegara, merupakan kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, dengan Ibu kotanya namanya juga Banjarnegara. Kabupaten Banjarnegara terletak di antara 7° 12′ – 7° 31′ Lintang Selatan dan 109° 29′ – 109° 45’50” Bujur Timur. Luas Wilayah Kabupaten Banjarnegara adalah 106.970,997 ha atau 3,10 % dari luas seluruh Wilayah Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang di Utara, Kabupaten Wonosobo di Timur, Kabupaten Kebumen di Selatan, dan Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga di Barat.

Seperti beberapa wilayah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang lainnya, Kabupaten Banjarnegara juga menawarkan tempat wisata yang sangat beragam. Salah satunya Makam Sunan Giri Wasiyat, salah satu wali penyebar agama Islam yang diutus ayahnya Sunan Giri menyebarkan agama Islam di wilayah Jawa Tengah bagian barat.

Selalu ada peziarah yang datang ke makam Sunan Giri Wasiyat, mereka datang dari berbagai daerah, bahkan ada yang berasal dari luar Jawa. Makam dan petilasannya masih terawat hingga sekarang, niat dan tujuannya beragam, sesuai kehendak masing-masing berziarah di makam ini.

Nama Sunan Giri Wasiyat memang terdengar asing ditelinga kita semua. Dibandingkan dengan nama-nama seperti Sunan Kalijaga, Sunan Gunungjati, ataupun Sunan-Sunan lain yang masuk dalam predikat Wali Sanga, nama Sunan Giri Wasiyat memang masih jarang yang tahu. Namun meskipun begitu, peran Sunan Giri Wasiyat dalam menyebarkan kawruh agama islam tidak bisa dibilang sepele.

Sunan Giri Wasiyat adalah putra kedua dari Sunan Giri. Kakaknya bernama Prabu Jaka, sementara adiknya bernama Sunan Gripit dan Nyai Sekati. Sunan Giri Wasiyat bersama kedua adiknya bertugas menyebarkan agama islam di wilayah Pulau Jawa bagian tengah. Dan salah satu yang menjadi tempatnya menyebarkan agama islam yaitu di wilayah yang sekarang bernama Banjarnegara.

Alkisah, pada suatu pengembaraannya, beliau sampailah di daerah Banjaranyar, Pekuncen. Disana beliau bertemu dengan Kyai Ageng Maliu, salah satu tokoh besar di daerah tersebut dan menikahkan putrinya dengan Kyai Ageng Maliu. Di daerah tersebut Sunan Giri Wasiyat mengajarkan kawruh agama islam.

Selanjutnya Sunan Giri Wasiyat melanjutkan perjalanan ke desa Sembada Karya yang dipimpin Kyai Mertadiwangsa, dan mendirikan Pondok Pesantren disana. Sunan Giri Wasiyat meninggalkan sebuah masjid di dusun Dagan, desa Bondolharjo Kec Punggelan, dan Sunan Giri Wasiyat akhirnya ketika meninggal dimakamkan di atas bukit sebelah utara Masjid Dagan.

Selain meninggalkan peninggalan sebuah masjid, Sunan Giri Wasiyat juga meninggalkan sebuah jubah dan dhingklik yang sampai sekarang masih dijaga oleh juru kunci makam. Namun sayang, untuk bangunan masjid, karena usia yang sudah tua, bangunan menjadi lapuk dan rentan roboh. Atas dasar tersebut dan rembugan antar warga, masjid Dagan dipugar dan menjadi masjid baru yang megah.

Ada keanehan yang terjadi dari barang-barang peninggalan Sunan Giri Wasiyat.Disebutkan, warna jubah masih bagus dan berbau wangi. Keanehan lain, ketika suatu saat dicuri orang, barang-barang tersebut dikembalikan lagi oleh pelaku. Padahal, tidak satupun warga mengetahui kejadian tersebut karena tidak ada kerusakan pada tempat penyimpanan.

Source http://www.laduni.id http://www.laduni.id/post/read/36678/wisata-religi-dan-ngalap-berkah-di-makam-sunan-giri-wasiyat.html
Comments
Loading...