Makam Sunan Bonang Tuban

0 459

Lokasi Makam Sunan Bonang

Kompleks makam Sunan Bonang terletak di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur.

Makam Sunan Bonang

Kompleks Makam Sunan Bonang di Tuban, ditinjau dari segi arkeologi cukup menarik. Hal ini disebabkan karena sebagian besar bangunan yang ada di kompleks makam masih dalam keadaan asli, walaupun kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan.

Kompleks Makam Sunan Bonang dikelilingi tembok dan terbagi menjadi tiga halaman yang disusun berurut ke belakang dari arah selatan ke utara, masing-masing halaman dibatasi pagar tembok penghubung antara halaman satu dengan yang lain berupa gerbang  berbentuk paduraksa.

Di halaman dalam banyak ditemukan nisan-nisan kuno dari batu andesit. Di kompleks tersebut, selain makam Sunan Bonang juga terdapat makam para Bupati dan kerabat Sunan Bonang. Makam Sunan Bonang terdiri dari jirat dan nisan. Bentuk jirat makam Sunan Bonang seperti profil candi. Pada nisan makam Sunan Bonang terdapat hiasan yang menyerupai hiasan surya Majapahit, dan makam Sunan Bonang dilindungi sebuah cungkup dengan atap sirap dari kayu jati yang berukir. Makam Sunan Bonang masih ditutupi lagi dengan kelambu, sehingga terkesan sangat keramat. Di kompleks tersebut juga ada sebuah masjid kecil yang dikenal dengan Masjid Astana.

Sejarah Makam Sunan Bonang

Semasa mudanya, Sunan Bonang bernama Raden Maulana Makdum Ibrahim, lahir 1448 Masehi dan wafat 1525 Masehi. Beliau adalah putra Sunan Ampel hasil perkawinan dengan Nyai Ageng Manila, putri Aryo Tejo, Tumenggung Majapahit yang berkuasa di Tuban.

Menurut cerita, Sunan Bonang bersama Raden Paku (Sunan Giri) suatu hari bermaksud pergi ke Mekkah menunaikan ibadah haji. Namun dalam perjalanannya mereka hanya sampai di Samudra Pasai. Di Pasai, mereka berjumpa dengan ayahanda Raden Paku yang bernama Maulana Iskak (Syeh Wali Lanang). Keduanya diajarkan ilmu agama Islam dan berbagai ilmu lainnya oleh Maulana Iskak. Setelah selesai belajar pada Maulana Iskak kemudian Raden Paku (Sunan Giri) diberi gelar Raden Satmapta dan Raden Makdum Ibrahim (Sunan Bonang) diberi gelar Raden Tjakrakusuma. Atas nasehat Syeh Maulana Iskak, keduanya tidak melanjutkan perjalanan mereka ke Mekkah, tetapi pulang ke Jawa untuk menyebarkan agama Islam. Raden Paku menyebarkan ajaran Islam di daerah Giri, Gresik, yang akhirnya terkenal dengan sebutan/gelar Sunan Giri.

Raden Maulana Makdum Ibrahim menyebarkan agama Islam di daerah Bonang, Tuban dan Lasem, yang kemudian dikenal oleh masyarakat dengan sebutan/gelar Sunan Bonang. Secara kebetulan pada saat Sunan Bonang mulai aktif berdakwah menyebarkan ajaran agama Islam, pengaruh kekuasaan Kerajaan Majapahit mulai runtuh dan hal ini dimanfaatkan oleh Sunan Bonang untuk mempercepat penyebaran agama Islam dengan mendirikan pesantren-pesantren dan masjid-masjid. Selain itu, Sunan Bonang juga berusaha memasukkan ajaran agama Islam kepada Raden Patah, seorang putra Prabu Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit.

Source Makam Sunan Bonang Tuban Jawa Timur
Comments
Loading...