Makam Raja-raja Landak

0 80

Makam Raja-raja Landak

Kompleks Istana Kerajaan Landak yang terletak di Kota Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, memiliki tiga elemen utama, yakni Istana Ismahayana Landak, masjid Djami‘ Keraton Landak, serta makam para sultan Kerajaan Landak dan kerabatnya. Dirasa tak lengkap, bila wisatawan tidak mampir berziarah ke makam raja-raja Landak ketika berkunjung ke kompleks Keraton Landak. Makam para sultan dan para kerabatnya terletak di sebelah barat Masjid Djami‘ Keraton Landak.

Latar sejarah Kerajaan Landak yang pernah berpindah tempat sebanyak tiga kali, membuat lokasi makam ketiga puluh delapan raja kesultanan ini berbeda-beda. Selain di Kota Ngabang, di Ayu Mungguk juga terdapat makam Sultan Raden Abdulkahar atau Raden Ismahayana (1472—1542 M). Makam raja Landak yang pertama kali menganut ajaran Islam tersebut berada di atas bukit dan terletak sekitar 7 km dari Kota Ngabang. Saat ini, makam Raden Ismahayana masih terawat dengan baik, meski diperkirakan telah berusia lebih dari 400 tahun. Sementara itu, makam raja lainnya terletak di daerah Bandong, sebuah kota berjarak kurang lebih 24 km dari Kota Ngabang.

Secara umum, kondisi makam para raja Landak di Ngabang yang telah berusia lebih dari 250 tahun sejak Raden Anom Jaya Kusuma (wakil raja yang memboyong putra mahkota, Raden Nata Muda Pangeran Sanca Nata Kusuma [raja Landak ke-16] hijrah ke Ngabang dari ibu kota lama, Bandong, pada tahun 1768) mangkat pada akhir abad ke-18 ini kurang terawat. Hal ini dapat dilihat dari tingginya rumput liar yang tumbuh subur di sekitar makam. Sama halnya dengan papan-papan nama tiap nisan yang mulai kabur akibat terik matahari dan guyuran air hujan. Kendati demikian, makam ini tetap merupakan sebuah situs sejarah Keraton Landak yang pantas dirawat dan dilestarikan agar dapat dikunjungi wisatawan maupun para peziarah. Lestarinya makam ini tidak hanya akan bermanfaat bagi pariwisata daerah Landak, melainkan juga berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan, terutama bidang sejarah dan arkeologi.

Tidak hanya sebatas nilai-nilai sejarah saja yang dapat diperoleh ketika Anda mengunjungi situs makam raja-raja Kesultanan Landak ini. Melainkan, di makam seluas ± 700 m² ini, Anda akan menangkap suasana atau atmosfer yang tenang, hening, agar kemudian dapat secara khusyuk merenungkan bagaimana perjuangan mereka sebagai pemimpin masyarakat Landak ketika melawan kebengisan penjajah Belanda dan kekejaman tentara Jepang.

Makam ini khas, dengan bentuk tiap nisan yang menandakan perbedaan antara makam laki-laki dan perempuan. Nisan berbentuk bulat untuk laki-laki, sedangkan makam perempuan bernisan pipih. Beberapa nisan terbuat dari kayu belian dan sebagian yang lain dari batu. Nisan raja berwarna kuning keemasan, sementara untuk kerabat keraton bukan raja berwarna biru muda dan sebagian berwarna putih. Oleh sebagian orang, kompleks pemakaman raja Landak ini dianggap keramat dan bertuah. Bagi yang meyakininya, makam ini dianggap sebagai tempat mustajab untuk berdoa dan dapat mendatangkan berkah.

Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kompleks Keraton Landak, makam raja-raja Landak dan para kerabatnya ini terletak ± 120 m² di sebelah barat Masjid Djami` Keraton Landak. Atau, berada di Jalan Pangeran Sancanata Kusuma, kompleks Istana Kesultanan Landak, Desa Pedalaman, Kota Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi

Source wisatasejarahkalbar.blogspot.co http://wisatasejarahkalbar.blogspot.com/2011/06/makam-raja-raja-landak-kabupaten-landak.html
Comments
Loading...