Makam Raja Demak

0 1.500

Makam Raja Demak

Makam Pangeran Benawa sangat tidak lazim dikarenakan bangunan yang sangat panjang, lebih panjang dari makam pada umumnya. Pada Tengah kuburan  terdapat tulisan Makam Kanjeng Pangeran Benowo yang tertulis dengan  11-10-2002 M, 4-8-1423 H”.

Makamnya terpisah dari Makam Sultan Demak. Sebab Pangeran Benawa putera Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir), pendiri Pajang. Putrinya, Dyah Banowati, menikah dengan Mas Jolang (Panembahan Hanyakrawati), putra Sutawijaya, dan melahirkan Sultan Agung.

Didalam pagar terdapat  ketiga makam utama dan sejumlah makam. Yang ada di kanan belakang adalah Makam Sultan Trenggana, Sultan Demak ke-3, dan sejumlah makam lainnya yang ada di dalam kerajaan ini dahulunya.

Tempat pemakaman Sultan Demak ketiga yang ada dalam cungkup terkunci dan hanya dibuka pada hari tertentu,tidak setiap hari di buka  sebab juga menjaga kebersihan dari para pengunjung.Atau mungkin juga  karena Demak di masa Sultan Trenggana dianggap mencapai puncak kejayaannya dengan menguasai Sunda Kelapa dan Tuban (1527), Madiun (1529), Surabaya dan Pasuruan (1527), Malang (1545), dan Blambangan (1546).

Makam Sunang Ngudung, Walisongo merupakan ayah Sunan Kudus, serta kakak Sunan Ampel. Dalam perang melawan Majapahit, ia membunuh Handayaningrat (Ki Ageng Pengging Sepuh, menantu Brawijaya V). Sunang Ngudung kemudian tewas oleh Raden Kusen, Adipati Terung, seorang muslim yang setia pada Majapahit dan makamnya ada di sana juga

Adapun nama-nama yang terlihat pada area kubur terbuka,berdekatan  dengan tiga makam utama, yaitu  Pangeran Mekah dan isterinya, dan Pangeran Sekar Sedolepen (ayah Arya Penangsang) yang dibunuh orang suruhan Raden Mukmin (nama muda Sunan Prawoto). Makam Arya Penangsang, penguasa Demak yang kelima.

Source Makam Raja Demak Makam Raja Demak
Comments
Loading...