Makam Raja Batu Layang Kalimantan Barat

0 113

Lokasi Makam Raja Batu Layang

Makam Raja Batu Layang terletak di Jl. Khatulistiwa, Batu Layang, Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78114.

Makam Raja Batu Layang

Makam Kesultanan Pontianak di Batu Layang merupakan aset ketiga warisan Kesultanan Pontianak sesudah Istana Kadriah dan Masjid Sultan Abdurrahman. Konon ketiga lokasi ini mempunyai letak dengan garis lurus dari istana, masjid dan makam dari arah timur ke barat. Komplek pemakaman ini khusus bagi para Sultan Pontianak dan keluarganya dan bukan untuk umum.

Terletak dipinggir sungai Kapuas, pada masa dahulu makam ini hanya dapat dicapai dengan perahu melalui sungai. Kini makam itupun dapat dikunjungi melalui jalan darat pada sisi jalan menuju Jungkat, kira kira 200 meter dari jalan raya. Selain ramai dikunjungi para peziarah, banyak pula wisatawan mengunjungi makam ini untuk mengetahui lebih lengkap tentang riwayat para Sultan Pontianak, dengan segala bukti keberadaannya.

Pada awalnya makam ini sebagai makam Sultan Abdurrahman yang wafat pada tahun 1808. Sultan dan kerabatnya telah memilih makam mereka di pinggir sungai Kapuas didaerah Batu Layang. Tidak jelas alasan yang kuat mengapa dipilih tempat pemakaman para Sultan itu dipinggir sungai Kapuas. Kebiasaan raja-raja Jawa atau Sumatera membuat tempat pemakaman disuatu bukit atau disekitar masjid. Mungkin Sultan Syarif Abdurrahman mempunyai makna khusus yang bernilai sejarah baginya. Pada awal kedatangannya menelusuri muara sungai Kapuas tahun 1771, ia menemukan sebuah pulau ditengah sungai yang kemudian disebut pulau Batu Layang.

Ketika ia berhenti di pulau itu, disinilah ia mulai diganggu oleh para “hantu” (Kuntilanak atau Pontianak) menurut dongeng. Tetapi sesungguhnya ia telah diganggu oleh para bajak laut dan perompak yang menghalangi perjalannya memasuki muara sungai Kapuas. Lima malam lamanya ia melawan dan menembaki para bajak laut itu dan akhirnya ia berhasil mengalahkan para bajak laut dan mendarat ditempat dimana kemudian ia mendirikan kerajaan Pontianak. Ditempat awal dimana ia berhasil menghalau gangguan musuhnya bajak laut ditempat bersejarah itu pulalah ia ingin dimakamkan yaitu di komplek Batu Layang.

Mengapa di sebut “Batu Layang” belum di dapat keterangan yang jelas. Mungkin waktu Syarif Abdurrahman diganggu perompak ada batu yang dilepar melayang ke perahunya. Di depan Batu Layang terdapat sekelompok batu warna kuning yang konon selalu tumbuh dan menjadi besar. Sampai sekarang kedelapan Sultan Pontianak dimakamkan di Batu Layang. Begitupun beberapa keluarganya, yaitu isteri, anak dan cucunya.

Source http://wisatapontianak.com/ http://wisatapontianak.com/makam-raja-batu-layang-pontianak-kalimantan-barat/
Comments
Loading...