Makam Pangeran Paku Wojo Bantul

0 9

Makam Pangeran Paku Wojo

Makam Pangeran Paku Wojo secara administrative terletak di Dusun Tulung, Kalurahan Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. Lokasi makam Pangeran Paku Wojo dapat dijangkau melalui Jl. Parangtritis Km 17. Pada kilometer tersebut akan ditemukan pertigaan ke arah timur yang mengarah ke Pasar Pundong. Jarak antara pertigaan tersebut dengan Pasar Pundong kurang lebih 3 kilometer. Lokasi makam Pangeran Paku Wojo berada di sisi utara dari Pasar Pundong ini pada jarak sekitar 400 meter.

Makam Pangeran Paku Wojo berada di tengah areal persawahan. Untuk menuju lokasi ini relatif sulit karena akses jalan ke lokasi bisa dikatakan memang tidak ada. Pematang sawah yang sebenarnya bisa dijadikan sebagai jalan sering tertutup oleh kerimbunan tanaman tebu yang membuat pengunjung kesulitan untuk menitinya.

Tidak adanya akses atau jalan khusus ke lokasi makam mungkin disebabkan oleh karena makam ini sudah relatif jarang dikunjungi orang. Jurukunci untuk makam ini pun bisa dikatakan tidak ada. Untuk dapat mengetahui tentang latar belakang ceritanya pengunjung harus menemui sesepuh Dusun Tulung. Makam ini juga relatif kurang terawat, lebih-lebih setelah peristiwa gempa Bantul, 27 Mei 2006. Gempa tersebut telah turut merusakkan bangunan pagar dan cungkup bagi makam ini. Nisan dari Pangeran Paku Wojo juga tampak patah dan kepala jiratnya terlepas dari badan nisannya.

Kompleks makam ini berada dalam naungan pohon randu alas yang cukup besar, pohon kamboja, dan cemara. Belukar dan semak juga tampak mengitari kompleks makam ini. Dengan demikian, keberadaannya yang demikian sering menimbulkan perasaan seram.

Kompleks makam Pangeran Paku Wojo memiliki ukuran luas kurang lebih 6 m x 7 m. Sedangkan batu nisan dari Pangeran Paku Wojo sendiri dan istrinya terbuat dari batu andesit dalam bentuk atau wujud yang sederhana. Panjang batu nisan keduanya sekitar 125 Cm, lebar 35 Cm, dan tinggi 50 Cm.

Source http://sejarahbantul.blogspot.com http://sejarahbantul.blogspot.com/2016/07/asal-usul-pundong.html
Comments
Loading...