Makam Pangeran Diponegoro Makassar

0 529

Lokasi Makam Pangeran Diponegoro

Makam Pangeran Diponegoro terletak di Jl. Pangeran Diponegoro, Melayu, Kec. Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90165.

Makam Pangeran Diponegoro

Makam Pangeran Diponegoro Makassar yang berada di Jl. Diponegoro, saya kunjungi dalam sebuah kesempatan saat sedang berada di kota Angin Mamiri itu. Makam ini menjadi salah satu jejak dari sekian usaha yang gagal untuk mengusir penjajah Belanda dari tanah air. Berbeda dengan umumnya makam keluarga keraton, makam ini berada di pinggir jalan yang sangat ramai, jauh dari ketenangan sebuah kubur orang terkenal.

Pangeran Diponegoro memimpin Perang Jawa melawan Belanda yang berlangsung tahun 1825-1830. Ini merupakan salah satu perang terbesar dan terlama di Nusantara serta menimbulkan kerugian sangat besar bagi pemerintah kolonial Belanda. Dalam perang ini Belanda dikabarkan mengalami kerugian finansial sekitar 20 juta gulden dan 15.000 tentaranya tewas.

Di awal perang, Pangeran Diponegoro membuat markas di Goa Selarong dan menyatakan perang sabil yang membawa pengaruh luas hingga Pacitan dan Kedu. Kyai Mojo pun ikut bergabung di Goa Selarong, dan dukungan juga datang dari Pakubuwono VI dan Raden Tumenggung Prawirodigdaya, Bupati Gagatan.

Tulisan pada gapura paduraksa di Makam Pangeran Diponegoro Makassar, menunjukkan statusnya sebagai Pahlawan Nasional yang ditetapkan pada 6 November 1973 melalui Keppres No.87/TK/1973. Kompleks makam ini relatif kecil, dan berada di lingkungan pertokoan serta permukiman yang padat penduduk dan berhawa panas. Sengat matahari Makassar yang menggigit sudah saya rasakan semenjak pertama kali menjejakkan kaki di sana.

Persiapan sebelum Perang Diponegoro meletus dilakukan di Krendhowahono bersama Pakubuwono VI. Perang terbuka ini melibatkan pasukan infantri, kavaleri dan artileri, serta telik sandi dalam penyusunan strategi. Pada puncaknya, Belanda mengerahkan 23.000 serdadu lebih dalam perang pertama di Nusantara yang melibatkan semua metode perang modern ini.

Makam Pangeran Diponegoro, bersebelahan dengan Makam R.A. Ratu Ratnaningsih yang wafat di tahun yang sama, 1855. Meskipun kecil, namun Makam Pangeran Diponegoro terlihat cukup bersih dan terawat, dinaungi beberapa pohon hijau berukuran tanggung. Nisan pada makamnya dibuat dengan gaya Jawa dengan ukiran simbol kerajaan.

Pangeran Diponegoro dibawa ke Makassar dan dipenjara di Benteng Rotterdam sejak 1834 sampai ia wafat pada 8 Januari 1855. Diponegoro adalah anak tertua Sultan Hamengku Buwana III. Ia lahir pada 11 November 1785 di Yogyakarta dari isteri selir R.A. Mangkarawati asal Pacitan. Nama aslinya adalah Raden Mas Mustahar, yang diubah pada 1805 oleh Hamengkubuwono II menjadi Bendoro Raden Mas Ontowiryo, dan akhirnya Pangeran Diponegoro setelah menjadi pangeran.

Source http://www.aroengbinang.com/ http://www.aroengbinang.com/2018/01/makam-pangeran-diponegoro-makassar.html
Comments
Loading...