Makam Pangeran Benowo

0 252

Makam Pangeran Benowo

Terlepas dari pendapat yang menilai kompleks makam di sebuah perbukitan di Dukuh Morotopo, Desa Watesaji, Kecamatan Pucakwangi, Pati itu benar makam Pangeran Benowo atau hanya sebuah petilasan, bagi Seksi Cagar Budaya Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, masuk dalam daftar cagar budaya.

Karena itu, tahun ini menjadi bagian dari peninggalan sejarah yang harus tetap dipertahankan. Selain lokasi cagar budaya tersebut, di dukuh setempat juga terdapat makam kuno lainnya yaitu Ki Gedhe Karangwotan dan makam salah seorang tokoh lainnya, Mega Mendung.

Akan tetapi, keduanya terletak di luar lokasi yang selama ini disebut-sebut sebagai makam Pengeran Benowo. Dalam kompleks makam itu, kata Kepala Seksi (Kasi) Cagar Budaya Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati Vita, terdapat delapan makam lainnya.

Salah satu di antaranya sebuah makam yang antara kedua nisannya ditumbuhi pohon jenis putat dengan diameter lebih dari 60 cm. Pohon jenis tersebut menjadi bagian dari lingkungan kompleks makam, di perbukitan yang mempunyai ketinggian sekitar 500 meter dari permukaan laut (DPL).

Karena itu, untuk menuju ke kompleks makam setelah sampai di Dukuh Morotoko harus ganti naik sepeda motor, tapi dalam kondisi cuaca turun hujan jalan berbatu yang menanjak hingga perbukitan lokasi makam menjadi sangat licin.

Apalagi, jalan dengan rabat beton juga hanya satu lajur sehingga bagi yang tidak biasa berkendara motor di ketinggian, hendaknya tidak memaksakan diri. ‘’Sebab risiko atas keragu- raguan saat mengendarai motor tentu akan sangat fatal risikonya,’’ ujarnya,

Tentang siapa tokoh yang makamnya di atas perbukitan tersebut, lanjut Vita, selama ini lokasi itu disebut sebagai kompleks makam Pangeran Benowo. Dia adalah anak Sultan Pajang Hadi Wijaya atau nama lain dari Joko Tingkir turun dari Kebo Kenongo. Dengan demikian, Pangeran Benowo merupakan turun keempat atau ‘’buyut’’ dari Ki Ageng Pengging Sepuh yang juga disebut Pangeran Handayaningrat.

Pengeran Benowo memegang kekuasaan sebagai Adipati Jipang Panolan hanya selama satu tahun (1586-1587) atau saat adik iparnya Arya Pangiri atau Pangeran Demak memegang tahta di Pajang sejak meninggalnya Hadi Wijaya.

Selebihnya, Pangeran Benowo mempunyai seorang putri, yaitu Rara Banowati yang dipersunting Pangeran Jolang yakni Hanyakrawati, putra Penembahan Senopati, Raja Mataram.

Dari perkawinan tersebut lahir Raden Mas Rangsang yang tak lain adalah Sultan Agung Hanyakrakusuma. Terlepas kompleks makam di perbukitan tersebut benar makam Pangeran Benowo bersama pengikutnya atau tidak, untuk wilayah Kecamatan Pucakwangi memang jatuh giliran untuk dilakukan penelitian cagar budanya.

Sebab, di wilayah kecamatan itu, tepatnya di Desa Lumbungmas juga disebut-sebut terdapat Sendang Widodaren yang lokasinya tak dari pinggir jalan raya Pucakwangi-Todanan, Blora.

Tidak hanya itu, di Desa Kletek juga terdapat bangunan kuno peninggalan Belanda yang disebut loji serta makam ulama terkenal pada masanya di Desa Karangrejo, yaitu Kiai Sulaiman dan di Desa Bodeh terdapat makam Kiai Sholeh. ‘’Untuk pendataan cagar budaya yang sudah selesai dilakukan, selain Kecamatan Pati Kota juga Kecamatan Sukolilo, Tayu, Margoyoso, dan Kecamatan Juwana,’’ tandasnya.

Source http://www.kabarkotapati.com http://www.kabarkotapati.com/2017/11/makam-pangeran-benowo-masuk-daftar.html
Comments
Loading...