Makam Misionaris dan Bruder Bangka

0 36

Makam Misionaris dan Bruder

Perang Dunia II membawa dampak yang sangat buruk bagi perkembangan gereja di Pangkalpinang. Pada bulan Februari 1942 serdadu Jepang mulai masuk ke Bangka. Pada tanggal 10 April 1942 Mgr. Bouma ss.cc para Imam dan bruder berkebangsaan Belanda ditahan Jepang dan dimasukkan di kamp tahanan di Pangkalpinang. Selanjutnya pada bulan Mei 1944 mereka dipindahkan ke kamp Mentok, dan pada bulan Maret 1945 dipindahkan ke Belalau, Lubuk Linggau. Untuk perawatan umat Katolik di Pangkalpinang dan Bangka Belitung dilakukan oleh Pastor Boen dan Burder Angelus Manopo dan ini berlangsung sampai takluknya Jepang dan Kemerdekaan Republik Indonesia Pada tahun 1945.

Pimpinan gereja Katolik Bangka, Belitung Riau Mgr. Bouma ss. cc meninggal di kamp tahanan Belalau, Lubuk Linggau pada tanggal 19 April 1945. Dari 11 misionaris yang masuk tahanan hanya 3 yang masih hidup pada waktu dibebaskan, dan dari 15 bruder Budi Mulia yang di tahan 8 orang yang masih bertahan hidup. Pada awal tahun 1980 tulang belulang para misionaris yang meninggal dikamp tawanan Jepang ini dikumpulkan dan dimakamkan lagi di Kompleks Bruderan Budi Mulia di Jalan Sungaiselan.

Source http://visitbangkabelitung.com http://visitbangkabelitung.com/content/makam-misionaris-dan-bruder
Comments
Loading...