Makam Mbah Syeikh Kyai Agêng Muhammad Bin Umar Madiun

0 25

Makam Mbah Syeikh Kyai Agêng Muhammad Bin Umar

Lokasi Makam Mbah Syeikh Kyai Agêng Muhammad Bin Umar berada Di Sisi Barat Masjid Kuno Banjar Sari  ,Desa Banjarsari Kulon Kecamatan Dagangan Kabupatèn Madiun Jawa Timur.

Diceritakan Bahwa Syeikh Kyai Agêng Muhammad Bin Umar Adalah Salah Satu Tokoh Ulama Agung Penyebar Agama Islam Di Wilayah Madiun yang hidup Sekitar Tahun 1755 M ,Di Zaman Pemerintahan​ Mataram Islam Kanjeng Sinuwun Sri Sultan Hamengkubuwana I Ngayogyakarta Hadiningrat.

Keberadaan Masjid Kuno Banjarsari sendiri tak lepas dari peran Kyai Agêng Muhammad Bin Umar sebagai Pendiri dan Pelopor Pembangunan Masjid ,Konon Diceritakan Bahwa Kanjeng Sinuwun Sultan Hamengkubuwana I memberikan Hadiah Ganjaran Berupa Tanah Perdikan Kepada Syeikh Kyai Agêng Muhammad Bin Umar ,Karena Jasa Beliau Pada Sinuwun Sultan yang Telah Berhasil Membawa Sowan Rayi Dalem Sultan , Yaitu Pangeran Singosari dalam Keadaan Selamat Tanpa ada Peperangan dan Permusuhan

Dari Pemberian Tanah Perdikan Itulah Kemudian Syeikh Kyai Agêng Muhammad Bin Umar mendirikan Masjid dan Pondok Pesantren sebagai salah satu sarana média dakwah dan utk Mengembangkan dan mengajarkan Agama Islam Di Wilayah Madiun
Tercatat dalam sejarah Ribuan santri yang datang dari berbagai Pelosok penjuru daerah di Pulau Jawa ini dan sekitarnya yang mondok dan mengaji Kepada Syeikh Kyai Agêng Muhammad Bin Umar

Kepemimpinan Masjid dan Pondok Pesantren Di awali Sendiri Oleh Syeikh Kyai Agêng Muhammad Bin Umar Sekitar Tahun 1755 sampai dengan tahun 1807 M , Kemudian setelah Beliau Wafat diteruskan Oleh Generasi Berikutnya yaitu  Kyai Ali Imron thn 1807 -1809 M Dilanjutkan Oleh Kanjeng Kyai Maulani Tahun 1809 -1837 M.

Ketika Terjadinya Perang Suci Jawa / Perang Pangeran Diponegoro tahun 1825 -1830 M Kyai Maulani berjasa terhadap Negara Sehingga Beliau Dianugerahi Gelar Kanjeng ,Sebutan Untuk Jabatan setingkat Bupati, Kemudian setelah Beliau Wafat Dilanjutkan Oleh kyai Murtholo dilanjutkan lagi oleh Kyai Muhammad Jayadi I dilanjutkan Kyai Muhammad Jayadi II Dilanjutkan Kyai Raden Mas Tafsir Anom ke 1 Dilanjutkan Kyai Raden Mas Tafsir Anom ke 2 (wft thn 1895 M) Dilanjutkan Kyai Raden Mas Sosro Ulomo (wf thn 1923 M ) dan seterusnya.

Menurut sejarah silsilah Beliau sendiri adalah masih Keturunan Sunan Giri.. Yaitu ;
Syekh Kyai Agêng Muhammad Bin Umar Bin Kyai Agêng Pugeru Ponorogo atau Kyai Agêng Mirah V Bin Kyai Agêng Imam Musakaf / Kyai Agêng Mirah IV Bin Kyai Agêng Mirah III Gunung Larangan Bin Kyai Agêng Mirah II Bin Kyai Agêng Mirah I ( Setono Ponorogo , Komplek Makam Batara Katong ) Bin Nyai Ageng Gribig Bin Kanjeng Sunan Giri.

Dan Istri Beliau adalah Anak Perempuan dari Syeikh Kyai Agêng Muhammad Besari Tegal sari Ponorogo Bin Kyai Agêng Anom Besari Kuncen Caruban Madiun Bin Syeikh Abdul Mursyad Tukum Kediri Bin Pangeran Demang II Bin Pangeran Demang I Bin Panembahan Wirasmoro Bin Kanjeng Sunan Prawoto Bin Kanjeng Sultan Trenggana Bin Raden Patah /Kanjeng Sultan Bintara Demak.

Jadi terhitung Beliau Adalah Putra Menantu Dari Syeikh Kyai Agêng Muhammad Besari
Hasil Perkawinan Kyai Agêng Muhammad Bin Umar dengan Putri Syeikh Kyai Agêng Muhammad Bêsari Tegal Sari Ponorogo Berputra ;
1. Mbah Kyai Ali Imron
2. Mbah Nyai Ahmad
3. Mbah Kyai Baidhowi
4. Mbah Kanjeng Kyai Maulani
5. Mbah Kyai Muhammad Faqieh
6. Mbah Nyai Nawawi
7. Mbah Moenyi dan
8. Mbah Nyai Ngaisyah

Source https://wisataspiritual1.blogspot.com https://wisataspiritual1.blogspot.com/2018/01/jejak-para-auliya.html
Comments
Loading...