Makam Mbah Mayang Madu Lamongan

0 227

Lokasi Makam Mbah Mayang Madu

Makam ini terletak di Dusun Banjaranyar, Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur.

Sejarah Makam Mbah Mayang Madu

Kisah Mbah Mayang Madu ini bermula dari adanya kapal yang ditumpangi oleh seorang pedagang muslim asal Banjarmasin pecah terbentur karang dan karam di laut pada tahun 1440-an. Tubuh pedagang itu akhirnya terdampar di tepi pantai Jelaq, dan kemudian ditolong oleh Mbah Mayang Madu, penguasa kampung Jelaq pada saat itu.

Pedagang tersebut akhirnya dirawat di rumah Mbah Mayang Madu, dan dipersilakan tinggal untuk beberapa saat. Pada waktu tinggal di rumah ketua kampung tersebut, pedagang tersebut terketuk hatinya untuk mengajarkan agama Islam di tengah-tengah kampung nelayan tersebut. Kebetulan pada waktu itu, penduduk kampung nelayan Jelaq pada umumnya masih menganut agama Hindu termasuk Mbah Mayang Madu juga. Pedagang itu mulai berdakwah dan mensyiarkan ajaran Islam kepada penduduk Jelaq dan sekitarnya.

Lambat laun perjuangan pedagang asal Banjarmasin tersebut mulai membuahkan hasil. Mbah Mayang Madu yang awalnya beragama Hindu. Dengan melihat kepribadian yang ada pada pedagang tersebut dalam menyampaikan ajaran Islam, maka Mbah Mayang Madu akhirnya tertarik untuk masuk agama Islam dan ikut mensyiarkan agama Islam di daerah Jelaq dan sekitarnya. Karena pedagang muslim tersebut berasal dari Banjarmasin, maka penduduk setempat akhirnya menyebutnya dengan nama Mbah Banjar.

Bangunan Makam  Mbah Mayang Madu

Awalnya, makam Mbah Mayang Madu ini sangatlah sederhana. Dipagari dengan susunan batu kapur, dan di tengah-tengah deretan pagar tersebut terdapat pintu berbentuk paduraksa untuk menuju batu nisan Mbah Mayang Madu. Yang uniknya, di atas pintu paduraksa berwarna putih tersebut terdapat ornamen seperti pada atap klenteng. Namun semenjak peresmian Situs Makam Mbah Mayang Madu pada 11 September 2015, makam ini memiliki cungkup yang megah. Atapnya terdiri ata 4 tumpang berbentuk seperti atap pagoda berbahan genteng, dan ditopang oleh sejumlah tiang terbuat dari beton serta lantainya terbuat dari keramik. Sedangkan, pada makam Mbah Mayang Madu tertutup oleh tembok dengan pintu menghadap selatan. Kendati telah direnovasi, kekhasan makam Mbah Mayang Madu sebagai sebuah makam kuno masih bisa terlihat, terutama dari pintu gapura paduraksa.

Source Makam Mbah Mayang Madu Lamongan Jawa Timur
Comments
Loading...