Makam Kyai Jejer Bantul

0 131

Makam Kyai Jejer

Makam Kyai Jejer berada di Dusun Jejeran, Kelurahan Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi ini dapat dijangkau melalui perempatan ring road selatan-Giwangan/Gondowulung ke selatan, masuk Jalan Imogiri Timur. Sebelum perempatan Wonokromo terdapat pertigaan yang berada berada di sisi selatan SPBU. Ambil arah ke kanan (barat). Jarak lokasi makam dengan pertigaan tersebut kurang lebih 800 meter.

Makam Kyai Jejer terletak dalam kompleks Pondok Pesantren Miftahul Ullum II. Posisinya berada di sebelah utara-barat dari kompleks tersebut. Makam ini pada peristiwa gempa 27 Mei 2006 mengalami kerusakan. Setelah itu kondisi makam dibangun ulang. Makam Kyai Jejer diberi cungkup tersendiri dengan pintu utama dan gapura terletak di sisi selatan.

Ukuran luas cungkup sekitar 4 m x 5 m. Ukuran panjang nisan sekitar 150 cm, lebar 65 cm dan tinggi sekitar 75 cm. Nisan Kyai Jejer terbuat dari potongan batu putih yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk satu nisan utuh dan padu. Di samping kiri nisan Kyai Jejer terdapat pula nisan lain yang kini hanya tampak bagian kepala jiratnya saja. Tidak diketahui dengan pasti siapakah tokoh yang dimakamkan dan diberi penanda kubur batu nisan di sisi makam Kyai Jejer ini.

Menurut Kyai Haji Hasyim Syafii (85), yang rumahnya berdampingan dengan cungkup makam Kyai Jejer, Kyai Jejer adalah ayah mertua dari raja besar Mataram, Sultan Agung Hanyakrakusuma. Nama terakhir yang dikenali dari putri Kyai Jejer yang diambil sebagai istri Sultan Agung adalah Ratu Kilen.

Tidak diketahui dengan pasti, siapa orangtua atau leluhur dari Kyai Jejer ini. Hanya saja menurut sumber setempat tokoh inilah yang memulai babat hutan di wilayah yang sekarang dinamakan Dusun Jejeran. Oleh karena Kyai Jejer adalah orang yang membabat hutan di wilayah ini dan kemudian menjadikannya wilayah pemukiman (pedukuhan), maka namanya kemudian diabadikan sebagai nama dusun.

Tidak pula diketahui siapa nama asli Kyai Jejer. Nama Kyai Jejer diduga disematkan pada tokoh ini setelah tokoh ini meninggal. Pasalnya, menurut sumber setempat ia meninggal dalam posisi berdiri atau dalam bahasa Jawa disebut ngadeg nggejejer (berdiri tegak). Oleh karena peristiwa inilah tokoh tersebut kemudian diberi gelar Kyai Jejer. Dengan demikian, sebenarnya tokoh ini pasti memiliki nama sebelum nama Kyai Jejer yang disandangnya.

Makam Kyai Jejer merupakan salah satu makam yang cukup ramai dikunjungi peziarah di wilayah Jejeran Wonokromo Pleret Bantul. Tidak ada syarat khusus apa pun untuk menziarahi makam ini kecuali niat dan perbuatan baik. Peziarahan pun dapat dilakukan setiap saat pada jam berapa pun.

Source http://arsip.tembi.net http://arsip.tembi.net/ensiklopedi-situs/makam-kyai-jejer-di-pleret
Comments
Loading...