Makam Kuno Sukun

0 62

Makam Kuno Sukun

Sebuah pemakaman kuno bisa dijadikan jujugan wisata religi sekaligus wisata sejarah. Objek wisata duo tersebut ada di Makam Kuno Sukun, yang bisa menjadi potret Malang tempo dulu yang multirasial.

Pada masa Kolonial Belanda, Kota Malang memang dihuni oleh banyak ras dan suku. Dari pribumi, tak hanya suku Jawa, namun ada juga suku Madura, dan lain-lain. Sementara dari mancanegara, tak cuma ada ras Belanda saja, karena ada orang bangsa Eropa lainnya yang tinggal di Malang. Tak ketinggalan, bangsa Asia, seperti Jepang pun hidup di kota ini. Hal itu dibuktikan dengan beragamnya penghuni Makam Kuno Sukun yang terletak di belakang SPBU Sukun.

Makam yang terletak di daerah Kecamatan Sukun ini berjarak sekitar dua kilometer dari pusat kota Malang ke arah Kepanjen. Sebelum memasuki komplek pemakaman tersebut, Anda akan lebih dulu melewati gedung dengan arsitektur khas Kolonial Belanda yang saat ini ditempati oleh Suku Dinas Pemakaman Kota Malang. Jalan masuk ke komplek pemakaman ini yang terkesan sempit sangat berbanding terbalik dengan area dalam pemakaman yang luasnya konon hampir sekitar 10 hektar.

Makam kuno ini menjadi saksi dampak Perang Dunia II yang juga berimbas pada Indonesia. Para serdadu yang terlibat dalam peperangan dan kebetulan tewas di Malang dimakamkan di tempat ini. Orang-orang dari berbagai bangsa dimakamkan di Makam Kuno Sukun ini, mulai dari Belanda, Jepang, Jerman, Cina, Inggris, dan lain-lain. Jasad mereka yang masih punya garis keturunan keluarga pun menghuni makam yang ditumbuhi beberapa pohon besar ini.

Menariknya, terdapat berbagai bentuk batu nisan di hamparan area makam ini. Pada beberapa batu nisan itu pun terukir puisi atau kalimat indah dengan berbagai bahasa. Nisan-nisan tersebut ada yang dibuat dari marmer yang diimpor langsung dari Italia, dengan pahatan khas seperti yang banyak dijumpai di makam-makam Eropa. Namun sayangnya, tak sedikit dari batu-batu nisan itu yang dicuri dan sangat mungkin dijual kepada kolektor barang antik.

Hal unik lain tampak pada sebuah sudut makam yang agak jauh tertutup semak-semak. Ternyata, di sudut itu terdapat sepotong nisan marmer yang sudah terlepas dari makamnya. Nisan dengan ukiran wanita Eropa cantik dalam pose berbaring melipat kakinya tersebut beratnya lebih dari satu ton. Diduga, nisan marmer ini sempat dicuri, namun rupanya sang pencuri tidak mampu mengangkatnya, hingga akhirnya digeletakkan begitu saja.

Sebagai salah satu saksi sejarah Kota Malang, Makam Kuno Sukun ini bisa saja dijadikan sebuah tempat wisata religi sekaligus wisata sejarah oleh Pemerintah Kota Malang. Hal itu bisa dilakukan untuk menyelamatkan warisan sejarah yang ada di Malang. Komplek makam kuno ini pun bisa menjadi proyek percontohan dari wisata makam, di mana makam bukan lagi sebuah tempat yang menyeramkan, melainkan menjadi sebuah lokasi dengan keindahan tersendiri yang tertata bak sebuah taman kota. Jejak sejarah itu tak seharusnya punah oleh pesatnya pembangunan di Kota Malang atau tangan-tangan jahil yang sengaja merusaknya.

Source https://ngalam.co https://ngalam.co/2017/04/29/makam-kuno-sukun-potret-malang-tempo-dulu-multirasial/
Comments
Loading...