Makam Kuno Buyut Sayu Atikah Banyuwangi

0 24

Makam Kuno Buyut Sayu Atikah

Terletak di Kelurahan Giri, Makam Kuno Buyut Sayu Atikah ditemukan sekitar 1920-an. Makam ini dipercaya sebagai makam Islam tertua di Banyuwangi dan dibangun pada abad 15. Sejak ditemukan, makan ini sudah mengalami tiga kali renovasi yakni pada 1993, 2004 dan 2007.

Tak hanya Makam Buyut Sayu Atikah, di Kelurahan Giri juga terdapat sembilan makam lain, yang dinaungi Pohon Kamboja berusia ratusan tahun. Asal usul Sayu Atikah dan jejak Islam di Banyuwangi bisa diketahui dari menelusuri makamnya.

Dulu, Maulana Ishak atau dikenal dengan nama Syekh Wali Lanang diutus Sunan Ampel untuk menyebarkan Islam di Banyuwangi, yang masih merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Hindu Blambangan dan dipimpin oleh Prabu Menak Sembuyu. Maulana pun memperistri cucu sang raja, Sayu Atikah yang bernama asli Putri Sekar Dadu, setelah berhasil menyembuhkannya dari suatu penyakit.

Maulana sebenarnya diizinkan menyebarkan agama Islam di luar istana. Namun, ia dianggap melanggar ketentuan. Bersama Sayu Atikah yang baru saja melahirkan, ia pun diusir keluar istana. Demi alasan keselamatan, anak mereka yang masih bayi dan berjenis kelamin laki-laki lalu dilarung ke laut, yang kemudian ditemukan oleh nahkoda kapal bernama Abu Huroiroh.

Abu kemudian menyerahkan anak yang ditemukannya kepada Nyai Ageng Pinatih, seorang saudagar perempuan dari Gresik. Anak itu diberi nama Raden Muhammad Ainul Yakin alias Raden Paku. Ketika dewasa, ia dikenal sebagai salah satu Wali Songo, yakni Sunan Giri. Hingga kini makam Sayu Atikah masih ramai dikunjungi wisatawan dan peziarah yang memanjatkan doa.

Source https://www.cnnindonesia.com https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170620145050-269-223030/objek-wisata-bernuansa-religi-di-banyuwangi
Comments
Loading...