Makam Ki Ageng Balak Sukoharjo

0 306

Makam Ki Ageng Balak

Dalam literatur-literatur sejarah tanah Jawa, tidak ada satupun bahasan yang menyebut nama Ki Ageng Balak. Meski demikian, menurut cerita mulut ke mulut yang beredar di masyarakat bahwa Ki Ageng Balak merupakan seorang bangsawan di Kerajaan Majapahit dan saat masih muda bernama Raden Sujono.

Sebagai salah putra dari Raja Brawijaya V, Raden Sujono mendapat kedudukan yang sangat penting di kerajaan. Dia menjabat sebagai hakim atau pradot agung dengan tugas utama harus dapat menegakan semua aturan yang berlaku di semua wilayah kerajaan.

Suata saat dia dijodohkan dengan seorang putri cantik, namun ditolak dengan alasan tidak ada perasaan dihatinya kepada wanita itu. Karena terus dipaksa, akhirnya Raden Sujono memilih meninggalkan istana. Dia mengembara hingga sampai di suatu tempat yang saat ini bernama Desa Mertan.

Setelah menetap di Desa Mertan, Raden Sujono berubah nama jadi Ki Ageng Balak. Konon, kata balak mengandung makna membangkang. Hal ini berkaitan dengan keputusan Pangeran Sujono yang tidak menuruti kehendak ayah sekaligus rajanya.

Sementara itu di sisi yang lain semasa hidupnya Ki Ageng Balak dikenal sebagai sosok yang sangat suka memberi pertolongan pada orang lain. Karena itu makamnya selalu jadi jujugan masyarakat yang ingin menemukan ketenangan batin.

Makam Ki Ageng Balak terletak di pinggiran sebuah aliran sungai. Makam ini sekarang telah dilengkapi dengan cungkup atau pelindung berbentuk bangunan tertutup. Apabila kondisinya sedang ramai, tidak jarang ada peziarah yang tidak dapat masuk ke dalam ruang pemakaman.

Meskipun demikian mereka tetap menjalankan ritual doa dengan cara yang agak berbeda dan terlihat unik. Mereka mengelilingi bangunan makam atau obyek wisata religi tersebut sambil jalan kaki dan mengucapkan doa khusus, agar semua keinginannya dapat terkabul. Istilahnya ingin mencari berkah di makam Ki Ageng Balak tersebut.

Source frontonecabinsolo.co http://frontonecabinsolo.com/makam-ki-ageng-balak-sukoharjo-solo-yang-selalu-ramai-pada-bulan-suro/
Comments
Loading...