Makam Gunung Sembung Cirebon

0 312

Lokasi Makam Gunung Sembung

Makam Gunung Sembung terletak di Dusun Astana, Desa Astana, Kecamatan Cirebon Utara, Jawa Barat.

Makam Gunung Sembung

Tokoh utama yang dimakamkan di komplek Makam Gunung Sembung adalah Sunan Gunungjati. Selain itu juga terdapat makam-makam Sultan Cirebon lainnya beserta kerabatnya. Untuk memasuki komplek ini dari jalan raya melewati jalan kecil sejauh sekitar 500 m.

Kompleks Makam Gunung Sembung dibangun pada tahun 1400 Saka yang ditandai dengan candra sengkala “Sirna Tanana Warna Tunggal”. Di depan komplek makam terdapat alun-alun. Di tengah alun-alun terdapat pohon beringin. Sisi barat ditanami pohon munggur, sedangkan pada sisi utara terdapat pohon sawo kecik dan tanjung. Di halaman alun-alun ini terdapat dua bangunan yaitu Mande Mangu atau Mande tepasan yang berada di sisi barat dan Pendopo Ringgit yang berada di timur.

Bangunan Mande Mangu dibuat pada tahun 1402 Saka yang ditandai dengan candrasengkala “Singa Kari Gawe Anake”. Menurut tradisi bangunan tersebut merupakan hadiah dari Ratu Nyawa anak Raden Patah dari Demak yang menikah dengan Pangeran Bratakelana anak Sunan Gunung Jati. Pangeran Bratakela meninggal di laut ketika dalam pelayaran dari Demak ke Cirebon.

Gerbang utama untuk memasuki komplek makam ada dua berbentuk gapura candi bentar. Dua gerbang tersebut dinamakan Gapura Kulon dan Gapura Wetan. Gerbang yang dipakai untuk umum adalah yang berada di timur (Gapura Wetan). Memasuki halaman pertama di sisi kanan terdapat Sumur Jati. Di sebelah kiri gerbang berderet tiga bangunan yaitu Mande Cungkup Danalaya, berada di bagian timur, di bagian tengah ruang Museum merupakan tempat penyimpanan benda-benda milik Sunan Gunung Jati. Benda-benda tersebut merupakan pemberian dari negara luar diantaranya 10 guci dari Cina masa dinasti Ming. Di sebelah selatan Kong Museum adalah bangunan Mande Cungkup Trusmi.

Memasuki pintu gerbang kedua di sebelah kanan terdapat bebrapa padasan untuk mengambil air wudlu bagi peziarah. Di sebelah kiri terdapat bangunan Pendopo Soka yang fungsinya untuk tempat istirahat bagi tamu yang akan ziarah. Di sebelah selatan bangunan ini terdapat Siti Hinggil. Selanjutnya di sebelah selatan Siti Hinggil terdapat bangunan Mande Budi Jajar atau Mande Pajajaran, yang dibuat pada tahun 1401 Saka (1479 M) yang ditandai dengan candrasengkala “Tunggal Boya Hawarna Tunggal”.

Bangunan ini merupakan hadiah dari Prabu Siliwangi kepada Pangeran Cakrabuana atau Walasungsang. Mande Pajajaran berdenah bujur sangkar dengan ukuran 9, 80 x 9,80 m. Tinggi bangunan 6,80 m dan memiliki tiang 8 buah. Pada bagian atas tiang, antara balok tarik dan tiang, terdapat ornament dengan pola hias kembang persegi. Di bagian ujung atas dan bawah tiang dihias ukiran motif tumbuhan.

Source Makam Gunung Sembung Cirebon Jawa Barat
Comments
Loading...