Makam Datuk Julung Bintan

0 28

Makam Datuk Julung

Makam diisitilahkan bagi masyarakat Kampung Rekoh dengan nama Datuk Julung. Dari hasil wawancara dengan pak Husen (42 thn), Ketua RT 07, Kampung Rekoh, isitilah “Julung” adalah sebutan terhadap orang dan atau tokoh yang pertama kali datang dan membuka pemukiman di Kampung Rekoh. Datuk Julung merupakan seorang panglima dan tokoh penyebar agama Islam yang berasal dari Bentan Penau. Bentang Penau adalah lokasi awal dari pusat Kota Kara. Pada sisi selatan makam terdapat sebuah sungai Julung yang menurut masyarakat adalah sungai yang dipakai ketika Datuk Julung membuka pemukiman di Kampung Rekoh untuk keperluan seluruh masyarakat kampung. Di bagian depan pintu masuk makam terdapat pula dua makam pendamping yang dipercaya oleh masyarakat Kampung Rekoh sebagai makam Hang Lekir dan Hang Lekiu. Makam Datuk Julung berada di dekat dengan pemukiman masyarakat Kampung Rekoh. Lokasi makam sudah diberi pagar tembok dengan bangunan cungkup sebagai tempat duduk bagi peziarah makam. Makam Datuk Julung memilik ukuran panjang 7 m dan lebar 2,5 m.

Makam telah diberi jirat baru dari semen dengan ketebalan jirat sekitar 13 cm. Nisan makam dilihat dari orientasinya belum menghadap kiblat, orientasi makam Datuk Julung barat laut-tenggara. Ukuran nisan kepala dan kaki sedikit berbeda. Nisan kepala memiliki ukuran panjang 49 cm dan lebar 14 cm, sedangkan nisan kaki berukuran panjang 47 cm dan lebar 12 cm. Nisan makam berbentuk silinder dan tipe nisan yang dipakai merupakan tipe nisan yang umum digunakan di wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Tipe nisan ini masih dalam kategori tipe nisan Aceh yang terbuat dari batu granit. Nisan makam ditutupi dengan kain kuning, yang merupakan ciri makam yang masih dikeramatkan oleh masyarakat. Selain itu, pada sisi barat makam Datuk Julung terdapat pula pohon keramat, sejenis pohon klengkeng yang dibalut dengan kain kuning. Masyarakat percaya pohon ini ditanam oleh Datuk Julung. Pada sisi barat daya dari makam Datuk Julung terdapat dua makam yang berbahan batu alam (andesit) tanpa pengerjaan. Makam Hang Lekir dan Hang Lekiu berada dalam 1 jirat baru dari semen dengan kebetalan 15 cm

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kabupaten-Bintan.pdf
Comments
Loading...