Makam Agung Kabupaten Bangkalan

0 245

Lokasi Makam Agung

Makam Agung terletak di Kabupaten Bangkalan, Madura.

Makam Agung

Menjadi tempat pemakaman orang-orang hebat dari masa lalu, Makam Agung dipercaya mampu mendatangkan berbagai berkah. Mulai yang ingin sukses berbisnis, dapat jabatan, hingga cepat naik pangkat. Bagi para pengglab berkah, wilayah Arosbaya di Kabupaten Bangkalan, menjadi tujuan wisata ziarah Pulau Madura yang tak boleh dilewatkan. Selain Komplek Aer Mata yang sudah sangat terkenal, di wilayah kecamatan ini juga terdapat makam keramat lainnya, Makam Agung. Di komplek pemakaman ini, dimakamkan 3 raja yang pernah memerintah Bangkalan. Mereka adalah Kyai. Pragalba alias Pangeran Ong’gu, Kyai Pratanu atau Panembahan Lemah Duwur, dan Raden Koro alias Pangeran Tengah.

Kekuasaan 3 orang tersebut berada dalam rentang waktu antara 1531 sampai 1620 Masehi. Sebuah masa yang sudah sangat lama, sama tua- nya dengan sejarah masuknya Islam di Madura. Nisan-nisan berbahan batu putih yang terlihat kekunoannya, menjadi saksi ketuaan masa saat rhereka berkuasaKyai Pragalba, adalah anak kelima dari Demung Plakaran, pendiri Kraton Plakaran. Semasa kekuasaan Pra­galba, agama Islam yang dibawa pa­ra ulama dari Gresik’, mulai menyebar di Madura barat. Pratanu, putra Pra­galba dari istri ketiga, lebih dulu ma- suk Islam yang peristiwanya ditandai candra sengkala Sirna Pandawa Kertaning Nagara (1450 caka 1528 M).

Baru menjelang wafat, Pragalba mau masuk Islam. Itupun hanya den­gan menganggukkan kepala, sehingga kemudian dikenal sebagai Pange­ran Ong’gu (mengangguk). Pratanu kemudian, menggantikan ayahnya berkuasa dengan gelar Panembahan Lemah Dhuwur. Di masanya, pusat pemerintahan Plakaran dipindahkan ke Arosbaya hingga disebut sebagai pendiri Kerajaan Arosbaya. Dia juga mendirikan kraton dan msajid pertama di Arosbaya.

Panembahan Lemah Duwur berhasil meluaskan daerah kekuasaannya hingga ke seluruh Madura barat, termasuk Sampang dan Blega. Pa­nembahan Lemah Dhuwur wafat di Arosbaya pada 1592 M seusai berkunjung. ke Panembahan Ronggo Sukowati, Pamekasan. Selanjutnya ke­kuasaan dipegang oleh putra hasil perkawinannya dengan putri Pajang, Raden Koro atau Pangeran Tengah.

Menjadi tempat pemakaman orang-orang hebat dari masa lalu, tak salah bila Makam Agung dipercaya oleh sebagian kalangan mampu mendatangkan berbagai berkah. “Banyak yang datang ke sini, mulai yang ingin naik pangkat, dapat jabatan, hingga sukses berbisnis,” jelas Mat Nari, juru kunci makam, kepada LIBERTY beberapa waktu lalu.

Menurut juru kunci berumur 61 tahun yang sudah menjabat sejak 1992 itu, banyak pula ulama dan santri datang ke Makam Agung. “Biasanya mereka yang sedang mencari atau menambah ilmu agar lebih ampuh atau mumpuni,” ungkap Mat Nari. Selain itu, bunga peziarahan atau kembang boreh, serta airnya, diyakini bisa menjadi obat berbagai penyakit.

Sebagai makam orang-orang hebat yang diyakini kekeramatannya, di Makam Agung sering terjadi peristiwa-peristiwa spiritual. Peristiwa-peristiwa gaib tersebut umumnya ditemui oleh orang-orang yang sedang ngalab berkah atau lelaku di situ. “Ada yang pernah cerita didatangi ular dan macan besar” paparnya. Pernah pula ter­jadi gempa, siang tiba-tiba menjadi gelap gulita, dan hujan besar, padahal di luar makam tak terjadi apa-apa.

Source https://jawatimuran.wordpress.com/ https://jawatimuran.wordpress.com/2013/04/22/makam-agung-kabupaten-bangkalan/
Comments
Loading...