Makam Agung Arosbaya Bangkalan

0 333

Lokasi Makam Agung Arosbaya

Makam Agung Arosbaya terletak di Kabupaten Bangkalan, Madura.

Makam Agung Arosbaya

Berawal dari keturunan Ki Demung Plakaran dengan permaisurinya Nyi Sumekar inilah, sistem pemerintahan di wilayah Madura Barat kemudian jadi semakin terbangun dan berkembang pesat. Ketika Kraton Plakaran diperintah Raden Pragalbo, putra ketiga Ki Demung Plakaran, yang kemudian populer dengan sebutan Pangeran Islam Onghu’ (Islam Mengangguk), kekuasaan Kerajaan Plakaran yang pusat pemerintahannya sudah berpindah ke Arisbaya (sekarang Arosbaya), jadi semakin berkembang luas hingga ke seluruh Pulau Madura.
Demikian pula, ketika Kerajaan Arisbaya diperintah oleh Raden Pratanu alias Panembahan Ki Lemah Duwur (1531-1592), salah seorang putra Raden Pragalbo, untuk kali pertama penyebaran Agama Islam dikembang luaskan ke seluruh Pulau Madura. Berikutnya, dari keturunan Raden Pratanu inilah, berturut-turut lahirlah raja-raja besar di kawasan Madura Barat. Termasuk para raja keturunan Raden Praseno alias Pangeran Cakraningrat I dengan permaisurinya Kanjeng ratu Syarifah Ambami, yang kita ketahui memerintah wilayah Madura Barat hingga tujuh turunan, dan situs makamnya menyatu di kompleks Pasarean Aermata.
Dengan demikian, bisa kita simpulkan di sini, Situs Makam Agung yang kini menjadi tempat persemayaman makam Raden Pragalbo dan Raden Pratanu alias Panembahan Ki Lemah Duwur, merupakan situs makam leluhur dari seluruh raja di kawasan Madura Barat. Juga merupakan awal dari penyebaran Agama Islam di Bumi Madura. Dari situs Makam Agung ini pula, tetenger Hari Jadi Bangkalan digali, dianalisa dan kemudian dikukuhkan oleh para pakar sejarah melalui proses penilitian dan forum seminar cukup panjang.
Itu sebabnya, dalam konteks spiritual, adalah hal yang logis dan wajar jika situs Makam Agung di Desa Plakaran, seperti situs purbakala Bukit Geger dan Pasarean Aermata, pada akhirnya juga banyak dikeramatkan orang. Bahkan, dalam kaca mata pandang para sesepuh spiritual setempat, bagi siapapun para peziarah atau ahli tirakat yang akan berkunjung ke Pasarean Aermata, akan lebih baik jika terlebih dahulu sowan ke Makam Agung. Alasannya, selain situs ini lebih tua, di dalamya juga bersemayam makam leluhur para raha di kawasan Madura Barat.
Sayangnya, dari sisi kultural, situs Makam Agung tidak memiliki peninggalan karya seni yang adiluhung seperti di kompleks Pasarean Aermata. Bangunan pisik situs Makam Agung, meski menyiratkan konstruksi dan arsitektur bangunan kuno, hanya berwujd pagar kaliling dengan ukuran sekitar 20 x 40 meter saja.
Warangka dan batu nisan dari puluhan makam yang tersebar di dalamnya, termasuk situs makam Raden Pragalbo dan Panembahan Ki Lemah Duwur, juga tidak dihiasi pahatan seni ukir yang menyiratkan simbol-simbol filosofis seperti makam para raja di Pasarean Aermata. Demikain pula, semua makam yang ada, tidak pula berada di bawah naungan bangunan cungkup, melainkan terhampar begitu saja di alam terbuka.
Meski begitu, suasana situs Makam Agung terasa begitu teduh, serta menyiratkan aura cukup sakral. Ini terjadi lantaran di sekitar kompleks Makam Agung, bertebaran sejumlah pohon beringin tua cukup besar, selain ada pula sebaran pohon kamboja dengan aroma wawangiannya yang spesifik.
Selain itu, lokasi Makam Agung yang berada di tengah hamparan sawah penduduk sekitar, juga belum dilengkapi sarana dan prasarana penunjang yang memadai. Di lokasi makam, sejauh ini belum ada deretan kios souvenir aarts, areal parkir, serta deretan warung makanan tradisional. Satu-satunya prasarana penunjang yang ada, hanyalah banguan baru berupa sebuah cungkup peristirahatan, Musholla kecil dan sebuah toilet.
Berkat kebersahajaan faslitas, sarana dan prasarana penunjangnya itulah, arus kunjungan wisatawan ke obyek sisata religi Makam Agung, secara kuantitatif, jauh lebi kecil dibanding kunjungan ke Pasarean Aermata. Para peziarah dan ahli tikarat dari luar Pulau yang bertandang ke situs makam tua itu hanya bersifat satuan. Tidak dalam bentuk rombongan bus pariwisata ziarah yang kaprah berkunjung ke kompleks Pasarean Aermata.
Hanya saja, bagi siapapun wisatawan yang ingin sowan ke Makam Agung, juga bisa ditempuh dengan perjalanan yang mudah. Sebab lokasi Makam Agung saling berdekatan dengan Kompleks Pasarean Aertmata. Jaraknya hanya sekitar dua kilometer saja. Arau berjarak sekitar 17 km sebelah Utara Pusat Pemerintahan Kota Bangkalan. Prasarana jalan raya menuju ke Makam Agung juga sudah mulus, nyaman dan aman. Seluruh betangannya berwujud jalan hot-mix.
Source http://www.pulaumadura.com/ http://www.pulaumadura.com/2015/10/wisata-sejarah-makam-agung-arosbaya-di-bangkalan.html
Comments
Loading...