Lubang Tambang Mbah Soero Sawahlunto

0 30

Lubang Tambang Mbah Soero

Tunnel Soegar diperkirakan dibuka tahun 1898. Tambang bawah tanah yang terletak dalam wilayah kota dan diantara pemukiman ini tergolong lubang tambang Batu Bara bawah tamah periode awal. Hal ini terlihat dari karakter lubang tambang konvensial dengan ciri lubang relatif kecil. Lubang ini dibuka kembali tahun 2007 untuk dijadikan objek wisata tambang. April 2008 situs ini diresmikan sebagai objek wisata tambang bawah tanah dengan nama ”Lobang Tambang Mbah Soero” dan lengkap Galeri Tambang Info-Box. Mulut lubang berupa bangunan bata dan coran beton setinggi 2 m, lebar mulut terowongan 2 m, ketebalan dinding 40 cm. Luar mulut terowongan terdapat tangga beton dua tingkat dan arah ke dalam berupa tangga hingga ke persimpangan sepanjang 29 m dengan kemiringan antara 45° – 47° dan, lebar 2,2 m dan tinggi 2,75.

Dari persimpang diujung tangga belok arah kanan, panjang terowongan lebih kurang 150 m sampai shell batas tembok penyekat. Lantai yang relatif datar. Pada bebarapa bagian terdapat ceruk dan terowongan lain sebanyak 4 (empat) buah ke arah bawah, sejajar dengan pintu terowongan. Pada beberapa bagian dalam terowongan ini terdapat penyangga beton, susunan bata, dan susunan batu kali yang berfungsi sebagai penyangga terowongan. Pada jarak sekitar 25 m dari pintu masuk terdapat terowongan lagi yang berfungsi sebagai Lubang angin. Keberadaan Lubang angin ini, dilihat dari permukaan berada di seberang jalan, di antara pemukiman penduduk.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kota-Sawahlunto.pdf
Comments
Loading...