Lubang Jepang, Bangunan Bersejarah di Batubara

0 22

Lubang Jepang, Bangunan Bersejarah di Batubara

 Di tepi pantai Desa Parupuk, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara, terdapat tinggalan arkeologis berupa kubu pertahanan yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai Lubang Jepang. Menurut informasi masyarakat setempat, Lubang Jepang ini terdiri dari tujuh bangunan.

Namun karena posisinya yang terletak di tepi pantai maka sebagian bangunan sudah hilang akibat terkikis air laut, dan tinggal tiga bangunan yang tersisa.

Dari tiga bangunan tersebut hanya satu yang masih dalam kondisi utuh sehingga dijadikan sebagai sampel dalam kesempatan ini. Pentingnya tinggalan tersebut berkaitan dengan sejarah yang melatar belakanginya. Dalam beberapa tulisan disebutkan, pendaratan pasukan Jepang di Sumatera Utara berada di wilayah yang kini secara administratif masuk ke dalam Kabupaten Batubara.

Kemudian disebutkan pasukan Jepang menyebar ke Tebing Tinggi, Medan, Pematang Siantar, bahkan hingga ke Padang dan ke daerah lainnya. Sejumlah kesatuan pasukan Jepang yang menyerbu ke daerah Sumatera Utara dipimpin Jenderal Nishimura. Untuk mempertahankan wilayah dari pasukan Belanda yang masih di Indonesia, maupun serangan Sekutu maka pasukan Jepang membuat beberapa kubu pertahanan di daerah ini. Seperti diketahui bahwa Jepang juga membangun beberapa kubu pertahanan di beberapa tempat yang letaknya tidak hanya di bagian pesisir, tetapi juga di dataran tinggi.

Untuk mencari persamaan atau perbedaannya, Lubang Jepang tersebut juga dibandingkan dengan kubu pertahanan Jepang yang terdapat di tempat lain, salah satunya adalah di Pulau We yang masuk ke dalam wilayah administrasi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Untuk menuju ke Lubang Jepang di Desa Parupuk ini harus melalui kota Tanjung Tiram.

Sebelum menuju kota tersebut ditemukan persimpangan jalan, kemudian dari sana ke arah barat lebih kurang 3 Km, dan belok ke arah utara ditemukan kawasan wisata Pantai Sejarah.

Di kawasan itu pada jalan yang menuju ke Desa Parupuk terdapat sebuah bangunan yang disebut oleh masyarakat setempat dengan nama Lubang Jepang. Lubang Jepang itu dibangun oleh pasukan Jepang diperuntukkan sebagai kubu pertahanan. Posisi Lubang Jepang berada di pinggir jalan Desa Parupuk.

Di bagian utara bangunan itu terdapat perumahan penduduk dan pantai, di bagian selatan merupakan perumahan penduduk. Kemudian di bagian barat terletak jalan desa sedangkan di bagian timur terdapat perumahan penduduk, tambak, pantai, dan laut. Di sekitar bangunan ditumbuhi ilalang (Imperata cylindrica) dan pohon kelapa (Cocos nucifera), pohon pisang (Musa paradisaca), dan disekitar pantai terdapat hutan bakau (Rhizophora).

Lubang Jepang yang berdenah persegienam, kondisinya relatif utuh dengan orientasi baratlaut–tenggara dengan bagian depan menghadap baratlaut. Lubang Jepang lainnya disebut bangunan 2 berada di bagian barat daya berjarak sekitar 600 m dari bangunan 1, sekarang bangunan itu dijadikan sebagai tempat sampah, di bagian timur laut sekitar 200 m terdapat bangunan 3 dijadikan sebagai kandang hewan ternak, sedangkan bangunan lainnya sudah hancur terkikis air laut.

Bangunan 1 dindingnya terbuat dari bahan campuran semen, kerakal, dan kerikil secara keseluruhan berukuran 2,66 m x 4,82 m x 1,70 m. Di bagian belakang bangunan terdapat lubang untuk pintu menuju ke dalam bangunan. Pintu tersebut kini sudah tidak ada lagi yang tersisa hanya sebuah engsel (gantungan pintu) yang berada pada bagian atas berukuran 0,20 m x 0,20 m. Adapun ukuran lubang pintu tersebut 1,50 m x 0,76 m. Kemudian lubang di bagian depan berukuran 0,80 m x 0,20 m. Di atas bangunan ini terdapat dua buah tabung besi masing-masing berukuran tinggi 0,40 m dengan diameter 0,11 m yang menonjol ke atas bangunan. Kemungkinan berfungsi sebagai ventilasi dan penerangan dalam ruangan.

Di bagian dalam bangunan terdapat dinding tembok pemisah antara ruangan belakang dengan ruangan depan. Di ruangan depan terdapat lantai yang ditinggikan berbentuk empatpersegi panjang posisinya sejajar dengan lubang pengintaian. Kemungkinan tempat tersebut berfungsi sebagai tempat pengintaian.

Informasi masyarakat setempat menyebutkan bahwa beberapa Lubang Jepang yang dibangun terdiri dua bentuk bangunan. Disebutkan bahwa bangunan yang berada di sekitar pantai seperti bangunan 3 memiliki lubang atau terowongan untuk menuju ke arah pantai. Namun kini terowongan tersebut sudah tidak ditemukan lagi. Kemudian bangunan yang agak jauh dari pantai seperti bangunan 1 dan bangunan 2 tidak memiliki terowongan.

Selain lubang Jepang juga terdapat sisa bangunan bersemen dan berlubang berbentuk persegiempat yang terdapat di bagian timurlaut sekitar 150 m dari Lubang Jepang, di depan sebuah bengkel sekarang. Batu berukuran 0,30 m x 0,30 m x 0,45 m ini mempunyai lubang yang berdiameter 0,10 m yang berada ditengah-tengah dan di bagian bawah terdapat bentuk setengah lingkaran.

Menurut informasi masyarakat sisa bangunan bersemen itu disusun ke atas secara vertikal dengan bagian setengah lingkarannya bertemu dengan bagian lain sehingga membentuk lingkaran. Kemudian diletakkan di antara batang pohon kelapa yang didirikan secara vertikal sehingga membentuk benteng pertahanan.

Source https://faseberita.id https://faseberita.id/kolom/sejarah/2019/03/20/3665/lubang-jepang-bangunan-bersejarah-di-batubara/
Comments
Loading...