Lonceng Cakra Donya Banda Aceh

0 773

Lokasi Lonceng Cakra Donya

Lonceng ini terletak di Jalan Sultan Alauddin Mahmudsyah No. 12 Kelurahan Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh

Lonceng Cakra Donya

Lonceng Cakra Donya berupa mahkota besi yang tinggi berbentuk stupa dibuat pada 1409 M. Tingginya mencapai 125 cm, lebar 75 cm. Di bagian luar terukir hiasan dan tulisan Arab juga Tiongkok. Tulisan Arab sudah kabur dimakan usia sedangkan aksara Tiongkok (Hanzi) tertulis Sing Fang Niat Tong Juut Kat Yat Tjo yang diartikan “Sultan Sing Fa yang telah dituang dalam bulan 12 dari tahun ke 5.”

Lonceng ini merupakan hadiah dari Kaisar Tiongkok yang berkuasa di Tiongkok sekitar abad ke 15 kepada Kerajaan Samudera Pasai. Lonceng yang dihadiahkan oleh Kaisar Tiongkot tersebut dibawa ke Aceh oleh Laksamana Cheng Ho sekitar 1414 M, sebagai simbol persahabatan kedua negara. Kong Yuanzhi dalam “Muslim Tionghoa, Cheng Ho” (2000) menyebutkan bahwa beberapa waktu setelah Kerajaan Samudera Pasai menerima hadiah lonceng Cakra Donya, kemudian Raja Zainul Abidin mengirimkan adiknya sebagai utusan untuk berkunjung ke Tiongkok. Tidak terduga ia wafat di Tiongkok akibat sakit keras. Berhubungan dengan ini, Kaisar Ming mengadakan upacara penguburan yang khidmat untuk tamu agung dari Aceh itu.

Selain pusat Kerajaan Islam di Nusantara, Pasai kala itu dikenal sebagai kota pelabuhan yang maju dan terbuka. Banyak pedagang-pedagang dari Timur Tengah dan Gujarat India berbisnis di sana serta menyebarkan Islam. Pasai juga mengekspor rempah-rempah ke berbagai negara, salah satunya Tiongkok.

Kerajaan Pasai berpusat di Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara sekarang. Sayang kejayaan Pasai kini hanya bisa didapat dalam catatan-catatan sejarah Pasai ditaklukkan Kerajaan Aceh Darussalam yang dipimpin Sultan Ali Mughayatsyah pada 1542 M, lonceng dari Tiongkok ini pun dijadikan milik Kerajaan Aceh.

Ketika Sultan Iskandar Muda memimpin (1607-1636) yang merupakan puncak kejayaan Kerajaan Aceh, lonceng ini digantung di kapal perang induk milik kerajaan yang bernama Cakra Donya. Nama itulah akhirnya ditabalkan pada lonceng.

Source Lonceng Aceh
Comments
Loading...