situsbudaya.id

Lembaga Pemasyarakatan Anak Pria Tangerang

0 51

Lembaga Pemasyarakatan Anak Pria

Lapas anak pria Tangerang dibangun pada masa Hindia Belanda pada tahun 1925, dengan kapasitas hunian 220 anak. Sejak tahun 1934 pengelolaan Lapas ini diserahkan kepada Pro Juventute untuk mengasingkan anak keturunan Belanda yang berbuat nakal. Perubahan fungsi dari Lapas menjadi Markas Resimen IV Tangerang terjadi pada tahun 1945. Pada tahun 1957 – 1961, pengelolaan berganti kepada Jawatan Kepenjaraan, yang kemudian berubah menjadi pendidikan negara. Di tahun 1964, pengelolaan bangunan diserahkan kepada Direktorat Jenderal Permasyarakatan dengan nama Lembaga Permasyarakatan Anak Pria.

Bangunan Lembaga Permasyarakatan berada di tanah miliki negara dengan luas12.150 m². Arah hadap bangunan ke utara, luas bangunan 3.350 m². Berdasarkan hasil wawancara, bangunan ini mengalami tiga tahap pembangunan. Bangunan pertama yang berbentukberdenah persegi, berbentuk seperti benteng, karena di keempat sudutnya berbentuk seperti belah ketupat (diamond). Tahun pendirian awal bangunan Lapas pada tahun 1925. Tahap kedua merupakan pembangunan bangunan bagian tengah, yang sekarang digunakan sebagai ruang tahanan dan kantor administrasi. Dari hasil wawancara diketahui bahwa pembangunan tahap kedua dilakukan sekitar tahun 1970-an. Selanjutnya, pada pembangunan tahap ketiga, yakni pada tahun 2010, dibuat sarana peribadatan dan olahraga di sisi barat dan timur bangunan tahanan.

Bagian pintu dan jendela bangunan Lapas belum banyak berubah kecuali pada pintu masuk utama yang sudah mengalami pergantian bahan dan bentuk. Bagian kusen jendela dan pintu pada bangunan lamanya berukuran besar. Setiap kusen pintu dan jendela diberi teralis. Perubahan material bangunan banyak dilakukan pada bagian genteng, pintu masuk utama, dan beberapa lantai ruangan. Setiap bangunan penjara yang berada di tengah dikelilingi oleh pagar besi.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbbanten/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbbanten/lembaga-pemasyarakatan-anak-pria-tangerang/
Comments
Loading...