Leang Pettae Sulawesi Selatan

0 74

Leang Pettae

Leang Pattae terletak di dalam lokasi Taman Prasejarah Leang Leang pada posisi astronomik 04O 58’ 44,6” LS dan 119O 40’ 30,5” BT. Gua ini berada pada ketinggian kurang lebih 50 meter dari permukaan laut, sedangkan dari tanah yang ada di P a g e | 8 Pendataan 3D Kawasan Goa-Goa Maros Sulawesi Selatan dengan Aplikasi 3D Laser Scanner

depannya tingginya berkisar antara 1 meter sampai 2 meter. Distribusi lahan yang berada di depan gua dirunut sebagai lahan yang terdiri atas pelataran sepanjang 5 meter dengan lebar ke arah samping kiri dan kanannya kurang lebih 7 meter.

Pelataran ini tepat berada di depan pintu gua. Di bagian luar dan sedikit kearah bawah pelataran terdapat lahan datar yang memanjang dan melebar ke tepi sungai Leang Leang yang lebarnya berkisar 10 sampai 20 meter. Lahan datar ini sudah dimodifikasi dan dilengkapi dengan jalan setapak yang dibuat dari beton tumbuk dan permukaannya ditutup dengan kerikil dari batu kali. Di sebelah sungai Leang Leang merupakan bentangan lahan yang cukup datar dan di atasnya terdapat batu-batu insitu. Lahan ini telah menjadi milik Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar yang diperoleh melalui proses pembebasan.

Di atas lahan yang terdistribusikan di depan gua ini tidak banyak ditemukan pohon-pohon yang rindang dan tinggi kecuali semak belukar yang tumbuh di atas permukaan batu kaki bukit sekitar gua.

Leang Pattae termasuk tipe gua kekar lembaran yang ditandai dengan langit-langit gua yang sempit dan kurangnya proses travertine yang terjadi di dalam rongga gua. Gua ini menghadap ke arah barat dengan pintunya yang berukuran tinggi 8 meter dan lebar 12 meter. Suhu udara di dalam gua berkisar 30 derajat Celsius dengan kelembaban rata berkisar 70 %, sedangkan kelembaban rata-rata dinding gua berkisar antara 15-25 %.

Situs Leang Pattae telah diteliti oleh Heern Palm (1972), Batalipu (1978). Akumulasi temuan yang teramati di situs ini adalah lukisan dinding gua berupa gambar cap telapak tangan dan lukisan babi rusa, artefak batu (mikrolith) yang menyebar dalam pelataran gua dan buangan sisa-sisa makanan berupa kulit-kulit kerang yang terdeposit di sisi pintu gua.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsulsel/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsulsel/pendataan-3d-kawasan-goa-goa-maros-sulawesi-selatan-dengan-aplikasi-3d-laser-scanner/
Comments
Loading...