Leang Burung Sulawesi Selatan

0 172

Leang Burung

Leang Burung I, Leang Burung II berada dalam satu lintasan yang panjangnya tidak lebih dari 100 m dari kaki bukit Tompobalang yang terletak di Lingkungan Pakalu, Kelurahan Kalabbirang Kecamatan Bantimurung. Berjarak kurang lebih 3,1 km sebelah selatan Taman Prasejarah Leang Leang. Aksesibilitas lokasi mudah ditempuh karena letaknya berada ditepi jalan menuju Leang Leang.

Leang Burung I dan Leang Burung II

Kedua gua ini, Leang Burung I dan II berjarak tidak lebih dari 30 meter. Terletak pada posisi astronomic 05O 00’ 11,9” LS dan 119O 39’ 17,9” BT dengan ketinggian 45 m dpl. Berada ± 1-2 m dari tanah yang ada di depannya. Distribusi lahan sebagai pembentuk lingkungan situs dirunut sebagai pelataran yang berada di bawah pintu gua dengan lebar ke depan ± 8 meter. Kemudian bagian luar pelataran terdapat lahan kebun dengan lebar ± 12-16 m dan mempunyai kemiringan berkisar 45 derajat. Lahan berikutnya adalah jalan aspal selebar 3 m yang di sisinya berjejer rumah-rumah penduduk. Dengan demikian lingkungan Leang Burung berada di areal pemukiman, sehingga tidak banyak lagi vegetasi besar yang tumbuh di dalam lahan yang terdistribusikan di lingkungan situs.

Leang Burung I dan II termasuk kategori gua kekar tiang yang ditandai dengan langit-langit rongga gua yang tinggi dan di dalamnya banyak tersisa hasil-hasil proses travertine seperti stalakmit dan stalaktit termasuk depositnya yang menutupi sebagian lantai gua. Pintu gua menghadap ke arah barat dengan tinggi 20 m dan lebar 30 m. Suhu udara di dalam rongga gua rata-rata berkisar 29 derajat dengan kelembaban mencapai 85 %, sedangkan untuk kelembaban dinding gua berkisar antara 23-28 %.

Leang Burung telah di oleh Stein Callenfels, I.C. Glover dan Emily Glover (1981). Akumulasi data arkeologi yang ditemukan di situs ini adalah lukisan dinding gua berupa gambar-gambar cap telapak tangan. Gambar-gambar ini di tempatkan pada langit-langit gua dan dinding gua. Peralatan kerja atau hidup ditemukan menyebar pada lantai dan pelataran gua berupa alat-alat batu mikrolith. Sedangkan buangan sisa-sisa makanannya yang teramati pada lantai dan sisi pintu gua berupa kulit-kulit kerang.

Upaya pelestarian situs Leang Burung telah dilakukan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala dengan mendaftarkannya kedalam Buku Register Situs. Sedangkan untuk melindungi lingkungan situs secara fisik telah dibangun pagar kawat berduri. Keterawatan situs sangat rendah karena belum tersedianya juru pelihara yang ditempatkan. Oleh karenanya beberapa fasilitas penunjang yang dibangun disini rusak seperti pagar, papan peringatan dan papan nama situs sudah rusak.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsulsel/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsulsel/pendataan-3d-kawasan-goa-goa-maros-sulawesi-selatan-dengan-aplikasi-3d-laser-scanner/https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsulsel/pendataan-3d-kawasan-goa-goa-maros-sulawesi-selatan-dengan-aplikasi-3d-laser-scanner/
Comments
Loading...