Kompleks Susteran Fransiskanes Semarang

0 121

Lokasi Kompleks Susteran Fransiskanes Semarang

Kompleks Susteran Fransiskanes Semarang terletak di Jl. Ronggowarsito 8 Semarang, Jawa Tengah.

Kompleks Susteran Fransiskanes Semarang

Kompleks Susteran Fransiskanes (Suster Suster St Fransiskus) ini merupakan salah satu bangunan kuno yang masih sangat terawat di Kota Semarang. Bangunan yang kelihatan menonjol adalah kapel, yang merupakan bangunan setangkup dengan facade tunggal tidak bertingkat. Pintu masuk kapel ini tidak menghadap kejalan, seperti pada umumnya, akan tetapi membelakangi jalan. Yang lebih dipentingkan disini rupa-rupanya bagian altar diletakkan pada bagian timur supaya cahaya matahari dapat masuk kedalam ruang altar melewati kaca berbingkai timah yang berwarna-warni. Jendela dengan bentuk ambang atas meruncing ke arah atas, mewakili gaya arsitektur Gotik.

Ruang altar ini benar-benar ditonjolkan dengan struktur tersendiri yang berbentuk segi banyak. Atap bangunan pelana yang menjulang tinggi dengan belvedere kecil di puncaknya yang memiliki atap meruncing pula. Bangunan ini dibatasi dengan jalan raya dengan pagar tembok yang cukup tinggi. Jendela dengan daun ganda dengan krepyak, pada bagian atas jendela terdapat jendela list dengan bentuk lengkung (lantai1) dan setengah lingkaran (lantai 2). Jelas sekali pengaruh gaya Renaissence di sini. Bangunan lain yaitu terletak di sudut pertemuan Jl. Ronggowaarsito dengan Jl. R.Patah, menonjolkan batu bata terendah pula. Seluruh komplek ini dipagari oleh tembok yang cukup tinggi disisi Jl.Ronggowarsito, dengan beberapa bukaan berupa gerbang.

Pada 1808 Pastor Lambertus Prinsen memprakarsai pendirian Rumah Yatim Piatu Katholik di Semarang. Dua puluh tahun kemudian, tanah tempat Rumah Sakit Tentara dibeli dan kemudian dipakai untuk susteran ketika seklompok suster dari ordo Fransiskanes datang pada tahun 1870. Kompleks susteran ini dirancang oleh seorang arsitek Belanda M.Nestman. Perletakan batu pertamanya dilakukan pada tanggal 16 Pebruari 1906, seperti tertulis pada prasasti di komplek itu. Susteran ini pernah menjadi Panti Asuhan Katholik (RK Weeshuis) untuk putra. Pada tanggal 15 juni 1915 karena diperoleh lahan yang lebih lapang di Jl.dr.Wahidin, bagian putra dipindahkan kesana dan di kompleks Susteran ini hanya diasuh anak-anak perempuan. Pada masa menjelang akhir pendudukan Belanda, komplek ini menjadi markas tentara Gurkha.

Source http://seputarsemarang.com/ http://seputarsemarang.com/suster-suster-st-fransiskus-7903/
Comments
Loading...