Kompleks Pertahanan Jepang Padang Besi

0 31

Kompleks Pertahanan Jepang Padang Besi

Kawasan Pertahanan Jepang di Padang Besi ini merupakan salah satu bukti tinggalan bangunan pertahanan masa pendudukan Jepang di wilayah pedalaman Sumatera Barat pada era Perang Dunia II, khususnya sekitar tahun 1942-1945. Bangunan-bangunan pertahanan Jepang di daerah Padang Besi ini dibangun dalam rentang pertengahan tahun 1943-1945.

Pembangunan lubang Jepang di Padang Besi ini tidak terlepas dari upaya perkuatan pertahanan Jepang di pantai barat Sumatera. Lubang Jepang ini dibangun oleh pribumi (romusha) terkadang juga oleh anggota Gyugun dibawah pengawasan tentara Jepang. Setelah Jepang menyerah, bangunan ini diperkirakan juga pernah digunakan pada masa agresi militer Belanda I dan II.

Pada kawasan Padang Besi terdapat beberapa buah lubang yang saling berdekatan. Selain itu pada beberapa lubang terdapat terowongan-terowongan yang diperkirakan menghubungkan antar lubang yang satu atau dengan daerah lainnya. Lubang Jepang yang berada dalam satu kawasan ini merupakan satu kesatuan pertahanan tentara Jepang khususnya untuk daerah Padang Besi.

Berdasarkan analisis, masing-masing lubang Jepang ini memiliki sudut tembak berbeda yang jika dianalisa saling mendukung dan menutup kelemahan. Dalam kawasan Padang Besi ini terdapat 6 objek bangunan pertahanan Jepang, delapan (5) diantaranya berbentuk lubang/bunker, dan satu (1) bangunan lagi berbentuk terowongan (tempat persembunyian) masing-masing bangunan.

Kawasan Pertahanan Jepang di Padang Besi ini merupakan kawasan pertahanan Jepang yang cukup banyak menyimpan tinggalan berupa bangunan pertahanan dengan berbentuk lubang/bunker/pillbox dan juga terowongan. Bangunan pertahanan Jepang yang dominan adalah berupa Lubang Jepang. Lubang Jepang ini berbentuk bungker (bunker), yaitu semacam bangunan pertahanan atau penyerangan berbentuk boks (box) yang sebagian bangunannya terpendam di dalam tanah.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kota-Padang.pdf
Comments
Loading...