Kompleks Makam Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah Riau

0 29

Kompleks Makam Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah

Sulaiman ketika masih hidup, dikenal sebagai putra Sultan Johor-Riau-Pahang yaitu Sultan Abdul Jalil Riayat Syah. Ketika terjadi perebutan kekuasaan dengan Raja Kecil, ayahnya terbunuh dan kemudian meminta bantuan lima bangsawan Bugis: daeng Marewah, Daeng Celak, Daeng Menambun, dan Daeng Kemasi, yang menyebabkan Raja kecil mengalami kekalahan. Tengku Sulaiman dilantik menjadi Sultan Riau pertama dengan gelar Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah I. Kekuasaannya mencakup wilayah Johor-Riau-PahangLingga, dengan panggilan Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah dan dikenal pula sebagai Yang Dipertuan Besar. Beliau yang mula-mula membagi kekuasaan atau menjalankan roda pemerintahan kesultanan kerajaan dengan dibantu oleh Yang Dipertuan Muda (Daeng Marewah). Sultan Sulaiman berkuasa dari 1722-1760. Beliau meninggal pada tahun 1760 di makamkan di Kampung Melayu, sekarang Pelabuhan Batu,  Kota Tanjungpinang. Kelurahan Kota Piring, Kec. Tanjungpinang Timur.

Kompleks Makam Sultan Sulaiman dilindungi oleh tembok keliling tanpa pintu setinggi 1,6 m. Untuk memasuki kompleks makam ini harus menaiki anak tangga yang terdapat di sisi utara. Makam Sultan Sulaiman berada dalam sebuah cungkup dengan nisan berbentuk gada bersegi delapan tanpa jirat. Di luar cungkup, terdapat beberapa makam lainnya, dua diantaranya memakai jirat dari lempengan batu yang menyerupai kubur prasejarah dengan nisan berbentuk pipih dan silinder. Nisan makam yang berbentuk pipih diperkirakan merupakan nisan makam istri Sultan Badrul Alamsyah. Selain Makam Sultan Badrul, dalam kompleks makam ini terdapat beberapa makam lainnya, seperti Makam Raja Ahmad (meninggal tahun 1760). Pada bagian luar tembok keliling Kompleks Makam Sultan Sulaiman masih terdapat makam-makam yang lain. Secara keluruhan kompleks pemakaman ini dipagar dengan pagar teralis besi.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Provinsi-Kepulauan-Riau.pdf
Comments
Loading...