Kompleks Makam Raja Ja‟far (YDMR VI) Tanjungpinang

0 34

Kompleks Makam Raja Ja‟far (YDMR VI)

Dalam kompleks makam ini terdapat dua tokoh utama, yaitu Raja Ja‟far dan Raja Ali. Raja Ja‟far adalah YDMR VI, anak Raja Haji, memerintah tahun 1806-1831, dilantik oleh Sultan Mahmudsyah III. Beliau sangat berperan dalam suksesi Kesultanan Riau-Lingga pasca meninggalnya Sultan Mahmud (Aswandi Syahri, 2006: 8- 15) Adapun Raja Ali adalah YDMR VIII, anak Raja Haji, memerintah tahun 1844-1857, dilantik oleh Sultan Mahmud Muzaffarsyah.

Secara keruangan, Kompleks Makam Raja Ja‟far terbagi menjadi dua bagian, yaitu makam- makam yang terdapat di dalam bangunan berkubah dan makam-makam yang terdapat di luar bangunan berkubah. Pada bangunan berkubah terdapat Makam Raja Ja‟far dan Makam Raja Ali yang terletak berdampingan serta beberapa buah makam lainnya, sedangkan di luar bangunan berkubah terdapat puluhan makam yang tidak jelas identitasnya. Secara arsitektural, bangunan berkubah dalam kompleks makam ini memiliki delapan buah kubah yang terdiri dari satu kubah berukuran paling besar di sisi barat, satu buah berukuran sedang di sisi timur, dan enam buah kubah menutup sisi utara dan selatan. Pada bagian tengah bangunan tidak memakai atap/kubah sehingga merupakan bagian yang terbuka. Makam Raja Ja‟far dan Raja Ali tepat berada di bagian tengah bangunan yang tidak memiliki atap tersebut. Kedua nisan makam raja ini berupa nisan berbentuk silinder/gada dan tidak memiliki jirat. Pada bagian luar bangunan, di sudut timur laut, terdapat „kolah‟ atau tempat air yang dipergunakan untuk bersuci.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kota-Tanjung-Pinang.pdf
Comments
Loading...