Kompleks Makam Panglima Hitam dan Daeng Kuning Tanjungpinang

0 21

Kompleks Makam Panglima Hitam dan Daeng Kuning

Perlu penelitian lebih lanjut berkaitan dengan tokoh Panglima Hitam dan Daeng Kuning berkaitan dengan perannya dalam sejarah di Tanjungpinang. Makam Panglima Hitam dan Daeng Kuning berada di dalam pagar tembok yang diduga pagar ini merupakan salah satu bagian dari benteng pertahanan. Hal ini didasari oleh penamaan yang diberikan oleh masyarakat yang tergabung di dalam Dewan Peduli Peninggalan Sejarah Hulu Riau (DPPSHR) yang di dalam spanduk pada makam ini memberikan nama “Tapak Situs Kota Tinggi Riau sebagai lokasi benteng dan pusat pentakbiran Kerajaan Johor di masa pemerintahan Sultan Ibrahim Shah (1677-1685). Tetapi hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut lagi mengenai kebenaran sejarahnya.

Makam Panglima Hitam terletak pada bagian tengah dari kompleks makam ini, hal ini didasari oleh petunjuk arah yang dibuat oleh masyarakat, namun tidak dapat diketahui dengan pasti yang mana makam Panglima Hitam sebenarnya sebab di dalam bangunan yang belum selesai itu terdapat dua makam lainnya. Jika diperhatikan di dalam bangunan tersebut ada dua buah makam berbentuk pipih yang menandakan orang yang dimakamkan adalah perempuan dan ada satu buah makam berbentuk silinder yang menandakan laki-laki, sehingga berkemungkinan makam dengan nisan silinder inilah makam Panglima Hitam. Sedangkan makam Daeng Kuning atau Lancang Kuning terletak dekat dengan pintu masuk kompleks makam. Saat ini makam Daeng Kuning telah diberi cungkup yang juga diberi warna kuning. Makam ini memiliki dua buah nisan berbentuk gada, nisan tersebut diberi cat berwarna perak dan jiratnya terbuat dari susunan bata berplester yang sepertinya memiliki usia yang sama dengan cungkup makamnya.

Bagian Tembok yang menyerupai bastion Selain makammakam ini yang juga memiliki nilai arkeologi adalah tembok keliling yang mengelilingi makamyang berada di dalamnya. Tembok keliling ini diduga sebagai tembok dari benteng pertahanan oleh masyarakat setempat, hal ini diperkuat dengan salah satu bagian tembok yang menyerupai bastion, yaitu sudut di barat laut dari tembok. Bastion adalah salah satu elemen dari benteng yang terletak di sudut-sudut benteng dengan bentuk yang meruncing. Tembok keliling ini terbuat dari campuran bouksit dengan pasir, bentuk dan bahan pembuatan serta cara pembuatan dari tembok ini sama dengan yang terdapat pada Makam Sultan Ibrahim Shah dan juga pada tembok-tembok yang terdapat di Kota Piring. Sehingga ada kemungkinan bangunan ini satu zaman dengan Kota Piring dan juga Kota Rebah yang terletak tidak jauh dari lokasi Makam Panglima Hitam. Kondisi tembok sudah banyak yang hancur terutama pada sisi barat yang memang sudah hilang.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kota-Tanjung-Pinang.pdf
Comments
Loading...