situsbudaya.id

Kompleks Makam Lombeng Susu Sulawesi Barat

0 16

Lokasi Kompleks Makam Lombeng Susu

Kompleks Makam Lombeng Susu terletak di dusun Ayutya, Kelurahan Tande, Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Maejene, Sulawesi Barat.

Kompleks Makam Lombeng Susu

Kompleks makam ini berada ditengah kebun rakyat, untuk mencapai kompleks makam ini dapat diempuh dengan berjalan kaki melalui jalan setapak sepanjang kurang lebih 2 km. Disekitar lokasi ini tanah bergunung bercampur pasir, batu dan berwarna coklat. Kompleks makam kuna Lombeng susu disebut oleh masyarakat setempat kuburu pitussusung(makam yang bersusun tujuh). Tokoh yang dimakamkam adalah Pappuangan Tande yang pertama yang bernama I pura Para’bue nama berdasarkan hasil wawancara masyarakat setempat, karena tidak ada data tertulis maupun inskripsi pada makam ini.

Adapun letak makam dalam kompleks makam ini yaitu utara selatan. Makam berbentuk punden berundak bersusun dari bawah ke atas, makin ke atas makin kecil dan di atasnya terdapat empat buah nisan yaitu tipe gada, mahkota dan hulu keris serta pipih. Bagian jirat (gunungan) terdapat masing-masing bentuk kepala kerbau. Ragam hias yang terdapat pada bagian susunan keenam (slopnya) dan pada jiratnya yaitu pola hias daun yang berputar ke kanan dan ke kiri.

Jumlah makam sebanyak 134  dengan rincian nisan pipih : 41, nisan tipe balok : 13 dan nisan segi delapan : 63. Ornamen yang terdapat pada makam ini yaitu pola hias dari tumbuh-tumbuhan yang merambat dengan memanjang pada masing-masing balok batu pada bagian atas yang sekaligus berfungsi sebagai slop untuk mengikat susunan batu dari bawah ke atas.

Hiasan pada suatu bangunan memberikan keindahan keserasian dan kadang-kadang mempunyai makna religius. Dalam makna religius yaitu hiasan yang dipasang atau yakni disamping sebagai pelengkap juga sebagai hiasan yang mempunyai nilai-nilai yang tak kalah pentingnya dengan hiasan yang bermakna keindahan. Adapun hiasan-hiasan yang dimaksudkan adalah motif hiasan berupa binatang, motif binatang, motif bunga dan tanaman (flora).

Sedangkan makna keindahan yaitu hiasan yang dipasang atau diukir pada suatu makam sebagai pelengkap dalam memberikan suatu keselarasan atau kesimbangan dari bangunan itu. Adapun hiasan yang dimaksudkan adalah lipit, simbar-simbar (antefik), dan kurawal. Hiasan semacam ini banyak ditemukan pada nisan kubur sebagai ciri (atribut) dan dapat memberikan bentuk pada nisan kubur. Motif hiasan yang terdapat kompleks ini merupakan ciri khusus adalah motif pada jirat makam Pappuangan Tande yang pertama yaitu bentuk kepala kerbau pada masing-masing jiratnya. Juga pada jirat ini penuh dengan hiasan-hiasan berupa sulur-sulur daun, garis-garis geometris.

Source http://www.arkeologi-sulawesi.com//index.php http://www.arkeologi-sulawesi.com//berita-79/kompleks-makam-lombeng-susu-.html
Comments
Loading...