Kompleks Makam Imanang Sulawesi Barat

0 102

Lokasi Kompleks Makam Imanang

Kompleks Makam Imanang terletak di dusun Pamboborang Kelurahan Baru Kecamatan Banggae Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Kompleks Makam Imanang

Luas situs 40 x 54 m cm dengan ketinggian 38 ft dpl. Lingkungan kompleks makam yang berada di lereng bukit adalah sebelah utara berupa bukit sedangkan lainnya berupa hutan jati, bambu, kebun dan perkebunan.

Orientasi jirat-jirat berkisar antara 320˚-350˚ dari arah utara. Jirat dengan tipe monolit seluruhnya berjumlah 33, sebagian besar polos, kecuali beberapa yang berhiaskan geometris dan flora pada bagian jirat dan gonongan. Ukuran terbesar adalah panjang 106 cm, lebar 80 cm dan tinggi 60 cm, sedangkan yang terkecil berukuran panjang 35 cm, tinggi 20 cm dan lebar 22 cm.

Tokoh utama yang dimakamkan adalah Imanang, seorang raja yang tidak memiliki keturunan sehingga diberi gelar Imanang (mandul). Jirat dengan tipe pasang-sambung umumnya tidak dilengkapi dengan hiasan atau polos, sedangkan jumlah yang tercatat adalah 33 makam. Ukuran terbesar panjang 180 cm. tinggi 55 cm dan lebar 115 cm sedangkan yang terkecil berukuran panjang 105 cm, tebal 55 cm dan lebar 65 cm.

Nisan-nisan yang terdapat dalam kompleks makam Imanang adalah pipih, balok, dan segi delapan. nisan pipih berjumlah 16 dan umumnya polos. Variasi tipe ini terutama pada bagian atas yaitu rata atau bergerigi. Hiasan yang dipahatkan pada nisan tipe ini terutama adalah motif geometris dan sebagian besar dengan tipe balok. Tipe pipih umumnya dalam ukuran lebih kecil dibandingkan dengan tipe lain. Seluruhnya berjumlah 21, umumnya polos, sedangkan variasi terutama pada ukurannya.

Tipe balok dalam situs ini hanya berjumlah satu. Ciri utamanya adalah bagian bawah sampai tengah memiliki profil lurus, setelah pelipit dilanjutkan dengan bentuk bujur sangkar. Pada bagian atas ukuran nisan lebih kecil dan terdapat tonjolan yang bergelombang pada puncaknya. Jenis hiasan yang dipahatkan pada nisan tipe ini umunya flora, sedangkan bidang yang paling sering diukir hiasannya berbentuk bujur sangkar (atas).

Nisan dengan bentuk dasar balok dalam tipe yang berbeda dalam hal ini di sebut tipe balok. tipe ini dibagi kedalam 4 bagian yaitu dasar, tengah, atas, dan puncak. Bagian dasar polos kecuali goresan berbentuk garis. Bagian tengah berprofil lurus yang dihiasi dengan bentuk tumpal polos (segitiga). Setelah pembatas, bentuk balok mengecil dan seperti halnya pada bagian tengah juga didahului dengan bentuk tumpal-tumpal polos. Bagian puncaknya cenderung membulat dan didahului oleh sejumlah pelipit. Jumlah seluruh tipe ini adalah 24 nisan. Tipe segi 8 berjumlah 4 nisan yang dicirikan pada bagian dasar massif di atasnya berbentuk setengah lingkaran. Sebuah pelipit didahului dengan bentuk tumpal profil lurus melebar ke atas. Bagian puncak berupa hiasan tumpal di lanjutkan dengan bentuk membulat dan terakhir berupa tonjolan kecil dengan permukaan rata.

Meskipun Kompleks Makam Imanang diketahui sebagai kompleks makam kuno namun pada saat dilakukan survei dijumpai satu makam baru yang bertuliskan tanggal 4 Januari 2009. Hal ini berarti bahwa sebagian kerabat dan keturunannya masih memanfaatkan sebagai lokasi pemakaman, meskipun telah dipasang papan larangan untuk penggunaan makam-makam baru.

Source http://www.arkeologi-sulawesi.com//index.php http://www.arkeologi-sulawesi.com//berita-75/kompleks-makam-imanang.html
Comments
Loading...