Kompleks Makam Bundo Kanduang

0 14

Kompleks Makam Bundo Kanduang

Kompleks makam ini dinamai Makam Bundo Kanduang karena tokoh yang dimakamkan diyakini bernama Bundo Kanduang yaitu tokoh legenda Minangkabau yang melarikan diri dari pagaruyung ke Lunang Silaut karena konflik. Tokoh-tokoh yang dimakamkan di dalam kompleks ini masih memiliki kaitan dengan Rumah Gadang Mande Rubiah. Jirat tersusun dari batu kali yang dibentuk berundak, dan nisan memiliki bentuk tipe Aceh. Kompleks makam Bundo Kanduang terdiri dari dua bagian, yaitu bagian dalam dan bagian luar. Antara dua bagian ini dibatasi dengan pagar. Kompleks bagian dalam pada sisi timur, utara, dan barat dibatasi dengan pagar kawat berduri. Sedangkan pada sisi selatan dibatasi dengan pagar tembok andesit. Tembok andesit yang berada di sisi selatan berukuran tinggi 90 cm dan lebar 60 cm.

Pintu masuk ke kompleks bagian dalam terdapat pada sisi selatan dan mempunyai ukuran lebar 1,5 m. Pada bagian dalam makam ini terdapat 9 buah makam kuno. Makammakam tersebut umumnya dengan jirat berundak dari bahan pasir semen dan nisan batu andesit berbentuk lonjong tanpa pengerjaan. Pada bagian luar sisi baratlaut di sebelah selatan kompleks makam Bundo kanduang terdapat makam-makam baru sebanyak 12 buah makam. Sedangkan pada sisi ujung selatan terdapat sebidang tanah rata yang berfungsi untuk tempat mendoa dan kenduri pada setiap bulan Dzhulhijah. Kenduri ini diikuti oleh masyarakat sekitar Lunang. Menurut data yang diperoleh yang dimakamkan di kompleks Makam Bundo Kanduang yaitu Bundo Kanduang, Dang Tuangku, Puti Bungsu dan generasi penerus dari Bundo Kanduang dengan Gelar Mandehh Rubiah.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kabupaten-Pesisir-Selatan.pdf
Comments
Loading...