Kompleks Makam Bukit Batu Bintan

0 10

Kompleks Makam Bukit Batu

Kompleks Makam Marhum Bukitbatu merupakan makam keluarga Kerajaan Bentan. Komplek Makam ini berada di Kampung Bukit Batu, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan. Dalam Komplek ini terdapat 6 buah makam antara lain: (1) Budayana, (2) Wak Pok (wan Empuk), (30 Wan Malani, (4) Wan Sri Beni, (5) Tok Telani, (6) Tok Hile (Tok Kelaun). Wan Pok dan Wan Telani adalah dua orang perempuan yang berasal dari Bukit Siguntang Mahameru. Mereka sampai ke Bintan mengikuti suami (Nila Pahlawan dan Krisna Pendeta) yang merupakan sahabat Sang Sapurba dan Demang Lebar Daun yang merupakan penguasa Sriwijaya. Mereka hijrah ke Bintan paada Abad ke XII. Sedangkan Tok Telani adalah putra Demang Lebar Daun. Beliau memangku jabatan setelah Bintan membuka negeri baru di Tumasik (Singapura).

Sedangkan Wan Beni adalah puteri Bintan yang menikah dengan Sang Nila Utama putera Sang Sapurba. Tok Hile adalah kerabat dekat Bundayana (permaisuri) yang membantu dalam menjalankan pemerintahan. Disalah satu nisan terdapat angkat tahun 974 Hijriyah (1566 M). Makam ini untuk pertama kalinya dicatat oleh Johanes Elias Teysman seorang ahli botani dari Kebun Raya Bogor pada tahun 1872 yang dimuatnya dalam Laporan Sebuah Ekspedisi Botani ke Daerah Bangka, Riau, dan Lingga. Enam tahun kemudian pada tahun 1883, seseorang 2 Aswandi Syahri dan Dahsyat Gafnesia, op-cit. Hal. 9-11. berkebangsaan Belanda J.G Schot juga melaporkan keberadaa makam ini dalam tulisannya yang berjudul Bijdrage ot Kennis van Oud Bintan (Sumbangan Bagi Pengetahuan Tentang Sejarah Bintan Lama).

Kompleks makam Bukit Batu merupakan makam dari keluarga raja Kerajan Melayu Bentan. Dalam kompleks makam yang diberi pagar keliling terdapat 6 makam yang semua nisan ditutupi dengan kain kuning. Masing-masing makam pada Komplek Makam Marhum Bukitbatu terdiri dari dua buah nisan yang terbuat dari batu. Jika diperhatikan jenis batu yang digunakan pada nisan makam Marhum Bukitbatu sama dengan yang digunakan pada makam-makam di Penyengat maupun yang terdapat di Lingga, yaitu berupa batu berwarna merah dan dari jenis batu sedimen. Dari keenam makam ini hanya satu buah makam dengan nisan berbentuk silinder, yang lainnya memiliki nisan dengan bentuk pipih.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Othman Yatim berkaitan dengan Batu Aceh, bentuk nisan silinder yang terdapat di dalam Makam Marhum Bukitbatu merupakan nisan yang berkembang pada abad ke-18, sedangkan nisan dengan bentuk pipih berkembang pada abad ke-15. Bagian jirat dari makammakam yang ada di dalam Makam Marhum bukitbatu telah diberi keramik. Komples makam ini telah diberi pagar tembok dengan dua buah pintu (di sisi timur dan selatan). Tembok berbentuk bujur sangkar ukuran 12 meter x 12 meter. Setiap tanggal 27 rajab di lokasi ini diadakan semacam acara keselamatan oleh penduduk setempat.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kabupaten-Bintan.pdf
Comments
Loading...