Kompleks Makam Bangsawan Melayu Mentok

0 132

Lokasi Kompleks Makam Bangsawan Melayu

Kompleks Makam Bangsawan Melayu terletak di Desa Keramat, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

Kompleks Makam Bangsawan Melayu

Kompleks Makam Bangsawan Melayu terletak tepat di pusat kota lama Mentok. Kompleks makam terletak di belakang Mesjid Jami’ Mentok dan Kelenteng Kong Fuk Nio, dua tempat ibadah yang berdiri berdampingan. Apabila berkunjung ke kawasan ini, orang dapat melihat beberapa bangunan cagar budaya sekaligus, serta memperhatikan harmoni antara masyarakat Melayu, keturunan Tionghoa dan masyarakat pendatang lainnya.

Makam Bangsawan Melayu ini terbuat dari batu karang, meskipun di Mentok juga terdapat batuan andesit. Makam-makam yang terdapat di kompleks ini secara umum dibagi dua tipe, yaitu tipe Demak-Tralaya dan tipe Aceh beserta variasinya. Nisan tipe Demak-Tralaya, lebih kaya hiasannya dibanding dengan tipe Aceh. Jirat dan nisan di pemakaman ini banyak dibuat dari batu karang. Ragam hias yang terbanyak berupa hiasan tumpal, sulur-suluran, dan garis-garis lengkung. Ragam hias tipe Aceh lebih sederhana, berupa garis-garis lurus dan lengkung. Ragam hias tulisan Arab, tumpal, sulur-suluran, dan garis-garis lengkung bisa menunjukkan kedudukan seseorang. Semakin kaya ragam hias makamnya, maka semakin tinggi status sosial dan kedudukannya.

Tokoh-tokoh yang dimakamkan pada pemakaman ini adalah dari keluarga Siantan yang berjumlah delapan orang. Ke delapan tokoh tersebut adalah:

  1. Abang Pahang (putera dari Encek Wan Abdul Jabar, yang dilantik oleh Sultan Palembang menjadi Kepala Pemerintahan Pulau Bangka/ Datuk Temenggung Dita Manggala);
  2. Istri Abang Pahang;
  3. Encek Wan Abdul Jabar (Mertua Dalam/ Ayahanda Mas Ayu Ratu (Zamnah) – permaisuri Sultan Mahmud Badaruddin I);
  4. Encek Wan Akup bin Encek Wan Awang (Kepala Negeri Siantan yang menampung Sultan Mahmud Badaruddin I ketika mengungsi sebelum merebut tahta Kesultanan Palembang);
  5. Encek Wan Seren (saudara Encek Wan Akub);
  6. Abang Ismail (Temenggung Kerta Menggala/ Kepala Negeri Mentok pada masa Sultan Mahmud Baha’uddin (1784-1803);
  7. Abang Muhammad Tayib (anak Abang Ismail bergelar Kartawijaya);
  8. Syech Habib (utusan Sultan Palembang).

Dari ke delapan makam tersebut, terdapat dua nisan yang mempunyai tulisan Arab Melayu, yaitu makam Abang Pahang – Temenggung Dita Menggala dan makam Abang Muhammad Thayib. Pada nisan bagian kepala makam Temenggung Dita Menggala terdapat tulisan Arab yang artinya “Datuk yang dihormat Temenggung Dita Menggala”, sementara pada nisan bagian kaki tertulis “wafat pada 12 hari bulan Safar malam ahad 1252 H). Nisan dihias dengan sulur-suluran dan jiratnya disusun berundak empat dan tidak memiliki hiasan. Ukuran jirat makam 217 x 77 cm.

Source Kompleks Makam Bangsawan Melayu Mentok Bangka Belitung
Comments
Loading...