Kompleks Gereja Santo Leo Padang

0 20

Kompleks Gereja Santo Leo

Bangunan Gereja Kapel St Leo Padang misalnya, bangunan gereja katolik bergaya Eropa ini adalah kapel tertua Belanda di Sumbar sejak tahun 1903. Saat sekarang bangunan sudah berganti, karena termasuk salah satu dampak dari gempa Padang tahun 2009 yang mengakibatkan hampir 90% bangunan runtuh. Sehingga pihak yayasan membangun kembali bangunan gereja.

Bangunan merupakan bentuk gereja gaya bangunan kolonial Belanda. Bangunan ini berdenah persegi panjang dengan panjang 27,5 m dan lebar 13,8 m. Bangunan ini memperlihatkan gaya Art Deco Geometrik. Bangunan ini merupakan salah satu diantara bangunan lainnya di kompleks penginapan suster. Oleh karena itu, gereja ini dikatakan sebagai tempat penginapan para suster. Bangunan Kolonial ini memiliki arsitektur anggun dan kesan bangunan sangat tinggi dengan bentuk lengkung-lengkung meruncing ke atas.

Lengkung lengkung tersebut terdapat pada bagian jendela, pintu, serta selasar samping bangunan. Di bagian muka bangunan terdapat penampil yang membentuk teras. di bagian atap teras pada dinding luar bangunan utama terdapat bidang lingkaran yang diatasnya terdapat seperti miniature bangunan yang menumpang di atas bubungan atap. Bangunan miniature ini terlihat seperti memiliki pintu yang menghadap ke muka dan ke samping kanan kiri. Miniature bangunan ini beratap dengan hiasan prisma yang juga menjulang dan meruncing ke atas.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kota-Padang.pdf
Comments
Loading...