Kompleks Detasemen Perbekalan dan Angkutan 1-44-05 Padang

0 31

Kompleks Detasemen Perbekalan dan Angkutan 1-44-05 Padang

Bangunan Detasemen Perbekalan dan Angakutan 1-44-05 ini berada dalam bentang alam dataran rendah, berada di daerah aliran Batang Arau. Akses ke lokasi sangat mudah, karena lokasi situs berada di dekat jalan raya Batang Arau, sehingga bisa dilalui dengan kendaraan roda dua atau lebih, lokasi tidak jauh dari Museum Bank Indonesia Padang.

Berdasarkan data yang diperoleh historis, bangunan ini pada awalnya milik Kolonial belanda yang difungsikan sebagai rumah perkantoran dan gudang. Sesudah Indonesia merdekan bangunan ini diambil alih oleh Militer Indonesia yang berfungsi sebagai Markas Detasemen Pembekalan dan Angkutan I-44-05 Padang.

Kompleks bangunan kantor Detasemen Perbekalan dan angkutan ini terdiri dari 3 (tiga) buah bangunan. namun melihat arsitektur dan tata ruang bangunannya, kemungkinan pada awal pembangunannya, gedung ini digunakan sebagai rumah tinggal (hunian). Di sisi selatan terdiri dari 2 (dua) buah bangunan yang berjajar ke belakang, sebuah bangunan lagi terletak di sisi utara. Bangunan sisi utara. Bangunan ini berdenah segi empat, dengan bentuk atap limas dan terbuat dari genteng.

Bentuk façade bangunan memperlihatkan arsitektur art deco, bangunan berbentuk kubus dengan menggunakan struktur beton dan tanpa dekorasi sering diklasifikasikan sebagai arsitektur Art Deco.Pintu masuk berada disisi barat, pondasi bangunan ini lebih tinggi dari jalan sekitar 50 cm, sehingga untuk akses masuk ke dalam ruangan di depan pintu masuk terdapat anak tangga. Selain di sisi barat pintu masuk juga terdapat di sisi selatan. Tata ruang bangunan ini seperti rumah hunian. Dimana di bagian depan merupakan ruang tamu, di sebelah kanan (sisi barat memanjang ke sisi selatan) merupakan ruang keluarga, dan dibagian sisi kiri (sisi timur) merupakan 2 buah kamar tidur. di bagian belakang terdapat ruang dapur dan kamar mandi.

Setelah dippergunakan sebagai kantor Detasemen perbekalan TNI AD, ruangan tengah (ruang keluarga) diberi sekat dari triplek sehingga terdiri dari 3 ruangan. Semua ruangan dalam bangunan ini dipergunakan sebagai ruang kerja. Lantai terbuat dari ubin warna abu-abu dengan motif bentuk octagonal kecil-kecil yang memenuhi ubin. Ukuran ubin ini  20 cm x 20 cm. bangunan ini dikelilingi oleh jendela tinggi berdaun jendela 2 dan terbuat dari kayu. Masing-masing 4 buah di dinding sisi selatan dan utara, 2 buah jendela berada di bagian depan mengapit pintu masuk. Semua komponen dan arsitektur bangunan ini masih asli. Pasca gempa tahun 2009. Bangunan ini sudah tidak dipergunakan lagi sebagai kantor Pasca gempa tahun 2009, dikarenakan semua plesteran dinding terkelupas dan retak, dan dinding bagian atasnya telah belah dan miring. Semua langit-langit telah runtuk, sebagian rangka atap juga runtuh. Bangunan depan sisi selatan.

Bangunan ini terdiri dari 2 lantai. lantai satu terbuat dari lantai ubin berwarna abu-abu dengan motif sama berupa octagonal kecil-kecil yang memenuhi sekelling ubin yang berukuran 20 cm x 20 cm. dinding lantai satu terbuat dari bata berlepa kapur dengan ketebalan dinding 30 cm. lantai dua terbuat dari kayu, dinding dari lempengan flat besi dengan motif anyaman bilik bambu. Sekeliling dinding di lantai dua terdapat jendela terbuat dari kayu berdaun jendela 2. Siku-siku penahan atap di lantai 2 terbuat dari kayu. Bangunan belakang sisi selatan. Jarak bangunan ini dengan bangunan di depannya sekitar 1,5 m. bangunan ini telah hancur total akibat gempa sekitar 80 %. Yang terlihat sekarang hanya separuh dinding setinggi 150 cm yang terbuat dari bata berlepa kapur. separuh dinding dan semua bagian atap sudah tidak ada lagi (hancur).

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kota-Padang.pdf
Comments
Loading...