Komplek Makam Raja Taebenu Kupang

0 68

Komplek Makam Raja Taebenu

Wilayah Nusa Tenggara Timur topografinya secara umum sangat berbeda dengan topografi daerah Pulau Jawa atau pulau-pulau lainnya di Indonesia, karena hampir 70% terdiri dari wilayah perbukitan, pegunungan, dan dataran tinggi yang memiliki kemiringan lereng yang beraneka ragam, sedangkan wilayah datarannya sangat terbatas dan pada umumnya sangat sempit.

Wilayah Kota Kupang sebagian besar terdiri dari bukit-bukit dan gunung kapur dengan luas wilayah 180,27 km2 , dengan wilayah tertinggi berada pada posisi 100 – 350 meter di atas permukaan laut dan wilayah terendah berada pada posisi 0 – 50 meter di atas permukaan laut. Kemiringan rata-rata wilayah Kota Kupang berkisar di angka 15%. Komposisi tanah di Kota Kupang tersdiri dari tanah keras dan tanah vulkanis yang tersusun dari pembentukan jenis mediteranan/recinal dan litosol.

Kota Kupang sebagaimana daerah lainnya di Nusa Tenggara Timur dikenal memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Bulan Juni sampai dengan bulan September arus angin berasal dari Australia dan tidak banyak mengandung uap air sehingga terjadi musim kemarau. Sebaliknya pada bulan Desember sampai dengan bulan Maret arus angin yang datang dari benua Asia dan samudra Pasifik banyak mengandung uap air sehingga terjadi musim hujan. Keadaan seperti ini berganti setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan bulan Mei sampai Juni dan bulan November sampai dengan Desember.

Kondisi lingkungan alam Kota Kupang secara umum seperti diuraikan tersebut di atas berbanding lurus dengan kondisi lingkungan dimana Komplek Makam Raja Taebenu berada. Secara administratif Komplek Makam Raja Taebenu berada di Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang, dan dilihat dari letak astronomis berada pada koordinat 51 L0563465 UTM 8875507, dengan ketinggian berkisar 86 meter di atas permukaan laut. Komplek Makam Raja Taebenu terletak di wilayah perbukitan yang cukup tinggi, dengan kondisi tanah berkapur. Untuk mencapai lokasi komplek makam ini cukup mudah karena sudah didukung insfratruktur jalan yang sudah beraspal, sehingga dapat dijangkau dengan mempergunakan segala jenis kendaraan bermotor.

Secara umum kondisi lingkungan di dalam Komplek Makam Raja Taebenu sudah tertata dengan baik, dilengkapi jalan-jalan setapak serta beberapa buah bangunan balai-balai (lopo) untuk pengunjung yang datang ke situs ini. Kondisi lingkungan Komplek Makam Raja Taebenu memeliki pemandangan yang cukup indah, dengan posisi yang berada di ketinggian membuat pengunjung yang datang dapat melihat secara bebas wilayah perkotaan Kota Kupang serta juga apabila kita mengarahkan pandangan ke arah utara kita akan dapat melihat keberadaan Kota Tua Kupang. Hal ini merupakan suatu nilai lebih dari keberadaan Komplek Makam Raja Taebenu yang kiranya dapat dikembangkan menjadi tujuan wisata budaya yang kiranya dapat memberikan keuntungan secara ekonomi bagi masyarakat di sekitar Komplek Makam Raja Taebenu.

Makam raja memiliki ukuran yang paling besar dari keseluruhan makam yang terdapat di Komplek Makam Raja Taebenu, dan merupakan makam dari 12 Raja Taebenu yang dijadikan satu. Makam ini berbentuk menyerupai keranda, lengkap dengan pintu masuk untuk pada sisi depannya. Pintu ini berfungsi untuk memasukkan jenazah dan juga untuk mengeluarkan tulang sebelum dimasukkan kedalam periuk (wadah). Makam Raja ini memiliki ornamen hias berupa bulatan bersusun tiga yang terletak pada sisi depan dan belakang.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbbali/komplek-makam-raja-taebenu-kupang/
Comments
Loading...